Abu Hurairah: Sahabat yang Namanya Hidup dalam Ribuan Hadis (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #28)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 80
- print Cetak

Ilustrasi menampilkan Abu Hurairah duduk di serambi Masjid Nabawi bersama para sahabat, menyampaikan hadis dengan penuh ketekunan. Seekor kucing kecil berada di pangkuannya, menggambarkan asal-usul julukannya. Suasana hangat dan sederhana mencerminkan kehidupan Ahl al-Suffah yang fokus pada ilmu, hafalan, dan kedekatan dengan Nabi Muhammad.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nama Abu Hurairah tentu tidak asing di telinga umat Islam. Namanya sering muncul dalam kitab-kitab hadis, dalam ceramah, bahkan dalam pelajaran agama di sekolah. Ia dikenal sebagai sahabat yang meriwayatkan hadis Nabi dalam jumlah yang sangat banyak. Namun, di balik nama yang begitu sering disebut itu, tidak banyak orang benar-benar mengenal siapa dirinya.
Nama asli Abu Hurairah adalah Abd al-Rahman ibn Sakhr al-Dawsi. Ia berasal dari kabilah Daws di wilayah Yaman. Julukan “Abu Hurairah” berarti ayah dari anak kucing. Julukan ini diberikan karena kegemarannya memelihara seekor kucing kecil yang sering ia bawa ke mana-mana. Kebiasaan sederhana itu membuat para sahabat memanggilnya dengan nama tersebut, dan julukan itulah yang kemudian lebih dikenal daripada nama aslinya.
Abu Hurairah memeluk Islam beberapa tahun setelah dakwah Nabi berkembang. Ia masuk Islam melalui dakwah sahabat besar Al-Tufayl ibn Amr al-Dawsi, pemimpin kabilahnya yang lebih dahulu menerima Islam. Setelah itu, Abu Hurairah datang ke Madinah dan bertemu langsung dengan Nabi Muhammad.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar