Jurnal Penutup
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- visibility 74
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia hadir tanpa perlu diundang, membawa kertas kerja bernama “puasa”, dan langsung bertanya: “Sudahkah Anda melakukan penyesuaian?” Maka, sebagaimana lazimnya dalam akuntansi, kita pun terpaksa membuka buku besar kehidupan—yang kadang lebih besar dosanya daripada asetnya.
Dalam tradisi akuntansi, ada yang disebut jurnal penutup. Ia adalah tahap akhir dari siklus akuntansi, di mana semua akun nominal—pendapatan, beban, laba, rugi—ditutup, dipindahkan, dan disiapkan untuk periode berikutnya. Kalau dalam kehidupan, Ramadhan ini kira-kira adalah masa di mana Allah memberi kita kesempatan untuk menutup “akun-akun sementara” yang selama ini kebanyakan isinya beban, bukan pendapatan amal.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar