Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lailatul Qadar dalam Retorika Kekuasaan

  • account_circle Suko Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 404
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun dalam praktik politik modern, nilai moral tersebut sering berhadapan dengan pragmatisme kekuasaan. Politik menjadi arena kompetisi yang sarat dengan strategi, simbol, dan kalkulasi elektoral. Dalam situasi seperti ini, simbol agama kadang digunakan sebagai bahasa populisme untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.

Masalahnya bukan pada penggunaan simbol agama itu sendiri, melainkan pada bagaimana simbol tersebut diperlakukan. Jika agama hanya dijadikan alat untuk memperkuat legitimasi politik, maka agama kehilangan fungsi moralnya sebagai pengingat bagi kekuasaan. Sebaliknya, jika agama ditempatkan sebagai sumber etika, ia justru dapat menjadi penyeimbang bagi ambisi politik yang berlebihan.

Polemik tentang kelakar Lailatul Qadar seharusnya dibaca dalam kerangka refleksi semacam ini. Ia bukan sekadar soal satu pernyataan seorang politisi, melainkan tentang bagaimana bahasa kekuasaan berinteraksi dengan kesadaran religius masyarakat. Dalam masyarakat yang religius, bahasa politik tidak pernah sepenuhnya netral. Ia selalu berhadapan dengan nilai-nilai yang hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat.

Karena itu, para pemimpin publik perlu menyadari bahwa setiap kata yang mereka ucapkan memiliki dimensi simbolik yang luas. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cermin dari cara kekuasaan memandang masyarakatnya. Ketika bahasa politik kehilangan kepekaan terhadap simbol yang dianggap sakral, kepercayaan publik pun dapat dengan mudah terganggu.

  • Penulis: Suko Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Kebijakan yang Menuai Tanya  Beberapa waktu terakhir, masyarakat Gorontalo dikejutkan oleh pernyataan Walikota yang memperkenankan pedagang berjualan di trotoar di ruas Jalan eks Andalas (John Ario Katili) dan Tanggidaa (Cokroaminoto). Pernyataan tersebut, meski berniat baik untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), justru menimbulkan pertanyaan di kalangan pemerhati tata kota, arsitek, dan masyarakat umum: Apakah […]

  • Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

    Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Ia mengatakan, sejak hadir di Indonesia pada tahun 1924, Ahmadiyah membangun berbagai kegiatan sosial secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. “Muslim Ahmadiyah meyakini bahwa Islam adalah agama yang rasional dan selaras dengan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” katanya. Zaki juga menegaskan bahwa prinsip Love for All, Hatred for None (Cinta […]

  • Diduga Belum Memiliki Izin Lokasi, KOPRA INSTITUT Soroti PT. Pangkatan Indonesia

    Diduga Belum Memiliki Izin Lokasi, KOPRA INSTITUT Soroti PT. Pangkatan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Komite Perjuangan Rakyat (KOPRA) INSTITUT, menyoroti PT. Pangkatan Indonesia salah satu perusahan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah desa Tanjung Siram Billah Hulu kabupaten Labuhanbatu. Perusahan ini di duga belum memiliki izin lokasi dan perizinan kebun. Ketua Bidang Kajian Lingkungan KOPRA INSTITUT Julkifli mengungkapkan bahwa berdasarkan data dan informasi yang ia peroleh ada dugaan PT. […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

  • Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Itu sebabnya, kiranya, elit dan publik kita hari ini mesti meninjau kembali makna Ramadan lebih dari pada makna eskatologisnya. Bulan ini tidak bisa jadi sekadar dermaga tempat perahu-perahu bersandar kembali untuk beristirahat dan memperbaiki badan-badannya yang rusak setelah melakukan perjalanan panjang diterpa ombak. Ramadan tidak bisa lagi dilihat sebagai kondisi di mana kita semua tok […]

  • GenPI Maros Siap Hadirkan Jambore Pokdarwis Se Kabupaten Maros

    GenPI Maros Siap Hadirkan Jambore Pokdarwis Se Kabupaten Maros

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros– Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Maros siap menghadirkan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Maros 2026 yang akan digelar pada pertengahan Juli 2026 di Kawasan Karst Maros-Pangkep. Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan jambore Pokdarwis perdana yang mempertemukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas, pelaku wisata, serta para pemangku kepentingan pariwisata dalam satu wadah kolaborasi. Jambore Pokdarwis […]

expand_less