Sistem Informasi Akuntansi Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 137
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sayangnya, dalam praktik dunia nyata sering terjadi sebaliknya. Niatnya bagus saat membuat proposal, tetapi berubah ketika laporan keuangan disusun.
Di sinilah Ramadhan berfungsi sebagai momentum rekonsiliasi moral. Kita diajak mengecek ulang neraca kehidupan: berapa banyak aset kebaikan yang sudah dikumpulkan, dan berapa besar liabilitas sosial yang masih harus dibayar.
Istilah liabilitas dalam akuntansi biasanya berarti kewajiban. Dalam kehidupan sosial, liabilitas itu bisa berupa hutang moral kepada orang tua, tanggung jawab kepada masyarakat, atau kepedulian kepada mereka yang kurang beruntung.
Zakat, sedekah, dan wakaf dalam konteks ini adalah mekanisme pembayaran kewajiban sosial dalam sistem ekonomi spiritual.
Humor ala pesantren sering menutup diskusi ini dengan kalimat sederhana tetapi dalam: “Kalau di dunia kita sibuk menghitung laba rugi perusahaan, di akhirat nanti yang dihitung adalah laba rugi kehidupan.”
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar