Sistem Informasi Akuntansi Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 139
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam tradisi Islam disebutkan adanya dua malaikat pencatat amal: Raqib dan Atid. Kalau dalam dunia akuntansi perusahaan ada istilah dual control atau segregation of duties, maka langit sudah menerapkannya sejak dulu. Yang satu mencatat amal baik, yang satu lagi mencatat amal yang kurang baik. Sistemnya sederhana, tetapi akurasinya luar biasa. Bahkan bisa dibilang, ini adalah sistem akuntansi pertama yang benar-benar real time.
Tidak ada istilah backdate jurnal, tidak ada manipulasi laporan keuangan, dan tidak ada penghapusan bukti transaksi. Semua transaksi kehidupan—baik yang kelihatan maupun yang sembunyi—masuk ke dalam ledger kosmik yang sangat rapi.
Kalau dipikir-pikir, manusia sebenarnya sering lebih takut pada auditor eksternal daripada auditor langit. Begitu mendengar ada audit dari kantor akuntan publik, banyak perusahaan langsung panik: dokumen dirapikan, file disusun, bahkan kopi untuk auditor disiapkan dengan kualitas terbaik.
Tetapi ketika Ramadhan datang—yang bisa disebut sebagai masa audit spiritual tahunan—kadang manusia justru santai saja.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar