Breaking News
dark_mode
Trending Tags

SMA vs S2

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 321
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sinilah kesalahpahaman kerap terjadi. Rendahnya syarat pendidikan formal dalam politik sering disamakan dengan rendahnya tuntutan kualitas. Padahal yang berbeda adalah jenis kompetensinya, bukan tingkat kesulitannya. Politik tidak lebih sederhana dari akademik; ia hanya tidak diukur dengan instrumen yang sama.

Meski demikian, persoalan tidak berhenti di situ. Ketika seleksi politik bergantung pada mekanisme elektoral, kapasitas sering kali tersisih oleh popularitas. Demokrasi membuka ruang partisipasi yang luas, tetapi tidak selalu memastikan bahwa yang terpilih adalah yang paling siap. Di titik ini, kita melihat adanya celah antara legitimasi dan kompetensi.

Di sisi lain, dunia akademik juga tidak sepenuhnya bebas dari keterbatasan. Gelar tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menghadapi realitas yang kompleks dan dinamis. Ada jarak antara memahami dunia dan mengelolanya. Karena itu, menjadikan pendidikan formal sebagai satu-satunya ukuran kualitas juga merupakan penyederhanaan.

Perbedaan antara politik dan akademik seharusnya tidak diposisikan sebagai pertentangan, melainkan sebagai dua ranah yang saling melengkapi. Akademik menyediakan kerangka berpikir yang jernih, sementara politik menghadirkan ruang untuk menguji dan menerapkannya. Ketika keduanya terpisah, kita berisiko memiliki pemimpin yang miskin refleksi dan intelektual yang jauh dari kenyataan. Namun ketika keduanya bertemu, terbuka kemungkinan lahirnya kepemimpinan yang tidak hanya efektif, tetapi juga bernalar.

Dengan demikian, pertanyaan tentang SMA dan S2 sebenarnya mengarah pada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana kita memastikan bahwa setiap ruang—baik akademik maupun politik—diisi oleh mereka yang memiliki kompetensi yang relevan. Pendidikan formal adalah salah satu jalan, tetapi bukan satu-satunya. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan pengalaman dapat saling menguatkan, bukan saling meniadakan.

Selamat Hardiknas, 02 Mei 2026!

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Pinjam Pakai Mandek, PC PMII Barru Tagih Kepastian Sekda Soal Eks Kantor Kesbangpol

    Izin Pinjam Pakai Mandek, PC PMII Barru Tagih Kepastian Sekda Soal Eks Kantor Kesbangpol

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com,  BARRU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru menyoroti belum diterbitkannya surat izin pinjam pakai aset daerah yang rencananya akan digunakan sebagai sekretariat organisasi tersebut.  Aset yang dimaksud merupakan bekas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barru. Menurut PC PMII Barru, bangunan tersebut sebelumnya telah dijanjikan untuk dapat digunakan […]

  • UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Gorontalo tahun 2026 sebesar Rp3.405.144 per bulan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Senin, 22 Desember 2025, di Rumah Dinas Gubernur. Penetapan UMP ini mengalami kenaikan sekitar Rp183 ribu atau 5,7 persen dibandingkan UMP 2025 yang berada di angka Rp3.221.731. […]

  • Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo berencana menghidupkan kembali tradisi takbir keliling pada malam Idulfitri mendatang. Kegiatan yang sempat lama vakum itu akan digelar kembali sebagai upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam. Wali Kota Adhan Dambea menegaskan bahwa dirinya memimpin seluruh masyarakat Kota Gorontalo tanpa memandang latar belakang agama maupun […]

  • Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kapolres Pohuwato melalui Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Renly Turangan, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar ketentuan hukum. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Pohuwato. Siapa pun yang terlibat, baik pelaku di lapangan, pemilik alat, pemilik lokasi maupun […]

  • Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Keberhasilan kerja organisasi tumbuh dari kerja kolektif yang tertata, bukan kerja segelintir orang, apalagi satu individu saja. Proses kerja selalu melibatkan banyak peran yang berada di ruang kerja yang berbeda. Setiap elemen punya posisi dan kontribusinya sendiri. Berbeda tetapi saling menopang. Kerja menjadi lebih efektif ketika setiap peran dijalankan secara proporsional dan tidak saling tumpang […]

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

expand_less