Breaking News
light_mode
Trending Tags

SMA vs S2

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 215
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sinilah kesalahpahaman kerap terjadi. Rendahnya syarat pendidikan formal dalam politik sering disamakan dengan rendahnya tuntutan kualitas. Padahal yang berbeda adalah jenis kompetensinya, bukan tingkat kesulitannya. Politik tidak lebih sederhana dari akademik; ia hanya tidak diukur dengan instrumen yang sama.

Meski demikian, persoalan tidak berhenti di situ. Ketika seleksi politik bergantung pada mekanisme elektoral, kapasitas sering kali tersisih oleh popularitas. Demokrasi membuka ruang partisipasi yang luas, tetapi tidak selalu memastikan bahwa yang terpilih adalah yang paling siap. Di titik ini, kita melihat adanya celah antara legitimasi dan kompetensi.

Di sisi lain, dunia akademik juga tidak sepenuhnya bebas dari keterbatasan. Gelar tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menghadapi realitas yang kompleks dan dinamis. Ada jarak antara memahami dunia dan mengelolanya. Karena itu, menjadikan pendidikan formal sebagai satu-satunya ukuran kualitas juga merupakan penyederhanaan.

Perbedaan antara politik dan akademik seharusnya tidak diposisikan sebagai pertentangan, melainkan sebagai dua ranah yang saling melengkapi. Akademik menyediakan kerangka berpikir yang jernih, sementara politik menghadirkan ruang untuk menguji dan menerapkannya. Ketika keduanya terpisah, kita berisiko memiliki pemimpin yang miskin refleksi dan intelektual yang jauh dari kenyataan. Namun ketika keduanya bertemu, terbuka kemungkinan lahirnya kepemimpinan yang tidak hanya efektif, tetapi juga bernalar.

Dengan demikian, pertanyaan tentang SMA dan S2 sebenarnya mengarah pada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana kita memastikan bahwa setiap ruang—baik akademik maupun politik—diisi oleh mereka yang memiliki kompetensi yang relevan. Pendidikan formal adalah salah satu jalan, tetapi bukan satu-satunya. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan pengalaman dapat saling menguatkan, bukan saling meniadakan.

Selamat Hardiknas, 02 Mei 2026!

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Setelah proses tersebut, ruang digital dapat kembali digunakan, tetapi dengan fungsi yang berbeda. Bukan lagi sebagai tempat menerima materi, melainkan sebagai ruang refleksi dan produksi. Peserta dapat menuliskan pemikirannya, merekam pengalaman belajarnya, atau menyebarkan gagasan dalam bentuk konten digital. Dengan cara ini, pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut ke ruang sosial yang lebih […]

  • Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Pemeriksaan berlangsung selama beberapa jam hingga malam hari. Sekitar pukul 18.45 WIB, Yaqut keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan tangan terborgol. Penyidik KPK kemudian langsung membawanya ke rumah tahanan KPK untuk menjalani masa penahanan awal selama 20 hari. KPK menyatakan penahanan dilakukan berdasarkan pertimbangan yuridis, yakni kekhawatiran tersangka melarikan diri, […]

  • Banjir Bandang Biau Belum Usai, Rumah Zakat Bertahan di Garis Depan Kemanusiaan

    Banjir Bandang Biau Belum Usai, Rumah Zakat Bertahan di Garis Depan Kemanusiaan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Saat ini, kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh para pengungsi dan penyintas meliputi: – Makanan siap saji (sangat mendesak) – Air bersih (mengingat sumur warga telah tercemar material banjir) – Selimut pakaian hangat – Obat-obatan untuk bayi – Kebutuhan khusus bagi ibu hamil dan lansia – Seragam sekolah anak-anak Merespons kondisi yang masih kritis ini, […]

  • Pemkab Gorontalo Dorong Penelusuran Naskah Kuno untuk Selamatkan Warisan Sejarah

    Pemkab Gorontalo Dorong Penelusuran Naskah Kuno untuk Selamatkan Warisan Sejarah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Gorontalo, Doni Lahatie, mengatakan penelusuran ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mendokumentasikan kembali warisan budaya yang tersebar di masyarakat. “Upaya ini penting agar identitas sejarah Gorontalo tetap terjaga dan tidak hilang,” kata Doni. Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menyerahkan atau mendata naskah kuno yang dimiliki agar dapat […]

  • Menhub RI Tinjau langsung Lokasi ATR 42-500, Beri Apresiasi Langsung untuk Tim SAR

    Menhub RI Tinjau langsung Lokasi ATR 42-500, Beri Apresiasi Langsung untuk Tim SAR

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Pemerintah pusat memberikan apresiasi tinggi kepada Basarnas dan seluruh Tim SAR gabungan atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, saat meninjau posko […]

  • Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit. Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah. Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa […]

expand_less