Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

  • account_circle Dadang Sudardja
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 364
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan ini diilhami dari diskusi bersama teman-teman WALHI Gorontalo. Kebetulan, penulis menjadi narasumber dan fasilitator dalam kegiatan Diklat Tanggap Darurat Bencana Ekologis. Sebagai pegiat kebencanaan yang juga menaruh perhatian serius pada isu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), berbagai obrolan dan diskusi tersebut melahirkan satu kegelisahan mendasar: Kota Gorontalo berada pada ancaman gempa bumi dan banjir kategori tinggi, namun hingga kini SPAB belum diterapkan secara sistematis di satuan pendidikan.

Berdasarkan pemetaan risiko bencana InaRISK BNPB, Kota Gorontalo termasuk wilayah dengan tingkat ancaman gempa bumi dan banjir yang signifikan. Fakta ini tidak berhenti sebagai potensi di atas peta. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir berulang kali melanda sejumlah wilayah kota, merendam permukiman warga dan fasilitas publik, termasuk sekolah. Aktivitas belajar-mengajar terganggu, sarana pendidikan rusak, dan keselamatan peserta didik berada dalam kondisi rawan.

Pada saat yang sama, ancaman gempa bumi di Gorontalo tidak dapat dianggap sebagai kemungkinan jauh. Secara geologis, kawasan Sulawesi merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi. Pertanyaan mendasarnya adalah: apakah sekolah-sekolah di Kota Gorontalo siap jika gempa terjadi pada jam belajar?

Bencana Ekologis dan Kelalaian Kebijakan

WALHI berulang kali menegaskan bahwa tingginya risiko banjir di Kota Gorontalo tidak dapat dilepaskan dari persoalan tata kelola lingkungan dan tata ruang. Degradasi daerah aliran sungai, alih fungsi lahan, serta lemahnya perlindungan kawasan resapan air telah memperbesar risiko bencana ekologis. Dalam konteks ini, banjir bukan sekadar peristiwa alam, melainkan konsekuensi dari pilihan kebijakan pembangunan.

Ironisnya, sektor pendidikan—yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak-anak—belum diposisikan sebagai prioritas dalam pengurangan risiko bencana. Banyak sekolah masih berada di wilayah rawan tanpa rencana kontinjensi, tanpa simulasi evakuasi rutin, dan tanpa pendidikan kebencanaan yang memadai. Sekolah justru berpotensi menjadi titik kumpul kelompok rentan saat bencana terjadi.

SPAB adalah Kewajiban Negara

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bukan program tambahan, bukan pula proyek seremonial. SPAB adalah kewajiban negara untuk melindungi hak anak atas pendidikan yang aman dan berkelanjutan. SPAB bertumpu pada tiga pilar utama: fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Tanpa penerapan ketiga pilar tersebut secara utuh, kebijakan pendidikan di wilayah rawan bencana menjadi rapuh dan berisiko tinggi.

BPBD Kota Gorontalo seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh satuan pendidikan memahami risiko bencana di wilayahnya dan memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat. Sementara itu, Dinas Pendidikan memegang peran kunci untuk menjadikan SPAB sebagai standar layanan pendidikan, bukan sekadar inisiatif sporadis.

LPBI NU memandang sekolah sebagai ruang strategis untuk membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini. Sekolah aman bencana tidak hanya melindungi anak-anak, tetapi juga berpotensi menjadi pusat literasi kebencanaan bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Lima Rekomendasi Kebijakan Mendesak

Agar SPAB tidak berhenti sebagai jargon, Pemerintah Kota Gorontalo perlu segera mengambil langkah konkret:

  1. Menetapkan SPAB sebagai kebijakan daerah, melalui regulasi atau surat keputusan kepala daerah yang mengikat seluruh satuan pendidikan.
  2. Melakukan audit risiko bencana pada seluruh sekolah, bekerja sama dengan BPBD dan pihak berkompeten, sebagai dasar penataan dan perbaikan fasilitas pendidikan.
  3. Mengalokasikan anggaran khusus SPAB dalam APBD sektor pendidikan, termasuk untuk simulasi rutin, pelatihan guru, dan perbaikan sarana prasarana.
  4. Mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum dan budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan insidental.
  5. Membangun kolaborasi pentahelix, melibatkan BPBD, Dinas Pendidikan, WALHI, LPBI NU, perguruan tinggi, dan komunitas relawan dalam perencanaan, pendampingan, dan pengawasan implementasi SPAB.

Jangan Menunggu Korban

Pengalaman kebencanaan di Indonesia berulang kali menunjukkan bahwa kebijakan sering kali lahir setelah korban berjatuhan. Kota Gorontalo tidak perlu menunggu tragedi di lingkungan sekolah untuk menyadari pentingnya SPAB.

Dengan ancaman gempa bumi dan banjir kategori tinggi, penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana di seluruh jenjang pendidikan di Kota Gorontalo adalah keharusan mendesak. Melindungi sekolah hari ini berarti melindungi masa depan Gorontalo.

Penulis: Ketua LPBI NU Jawa Barat | Ketua Dewan Nasional WALHI 2012–2016 | Direktur Yayasan Sahabat Nusantara. Anggota Dewan Sumber Daya Air Jawa Barat, Wakil Ketua Forum PRB, Pegiat lingkungan dan bencana.

  • Penulis: Dadang Sudardja
  • Editor: Dadang Sudardja

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senja di Panti Waluya: Luka Anak Bangsa dan Rumah bagi Mereka yang Pernah Dibuang

    Senja di Panti Waluya: Luka Anak Bangsa dan Rumah bagi Mereka yang Pernah Dibuang

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Siang itu, Jakarta enggan berkompromi. Matahari menyengat tanpa ampun, membakar aspal dan menyilaukan pandangan. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, rombongan peserta Temu Nasional Gusdurian 2025 melangkah pelan, menyusuri lorong-lorong sejarah yang tak tercatat dalam buku pelajaran. Tujuan mereka bukan gedung megah atau aula ber-AC, melainkan sebuah bangunan sederhana di Jalan Kramat V Jakarta Pusat: Panti […]

  • Pemkab Gorontalo Gelar Sidang MP-TGR, Dalami Potensi Kerugian Daerah

    Pemkab Gorontalo Gelar Sidang MP-TGR, Dalami Potensi Kerugian Daerah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar sidang Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TGR), Selasa (21/04/2026), di Ruang Dulohupa Kantor Bupati Gorontalo. Sidang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Asisten III Setda, Inspektorat, Badan Keuangan, serta Bagian Hukum. Agenda utama sidang adalah melakukan pendalaman terhadap potensi tuntutan ganti rugi […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai […]

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai ambang batas parlemen kembali menghangat setiap kali siklus pemilu mendekat. Angka-angka diperdebatkan dengan serius—3 persen, 4 persen, 5 persen—seolah keselamatan demokrasi kita bertumpu pada hitungan matematis itu. Stabilitas pemerintahan dijadikan alasan utama. Terlalu banyak partai di parlemen dianggap mengganggu efektivitas legislasi dan menyulitkan pembentukan koalisi. Namun di balik perdebatan teknis tersebut, ada persoalan […]

  • Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    Mahasiswa PKUMI Jadi Khatib di California, Gaungkan Dakwah Moderat di Kancah Global

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peran aktif mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di tingkat global kian menunjukkan eksistensinya. Pada Jumat siang, 10 April 2026, salah satu delegasi mahasiswa, Muhammad Arsyad Haikal, mendapat kehormatan menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid At Taqwa NMC. Penugasan dakwah ini merupakan bagian dari rangkaian program Short Course yang tengah […]

  • Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Ummu ‘Athiyah al‑Ansariyah adalah sahabat perempuan dari kalangan Anshar yang hidup dan beraktivitas di Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW. Sumber-sumber klasik mencatat namanya sebagai Nusaibah binti al-Harith, meskipun terdapat variasi penulisan nasabnya di berbagai teks sejarah. Identitasnya sebagai sahabat yang aktif tetap konsisten dalam riwayat yang sampai kepada generasi setelahnya. Ummu ‘Athiyah ikut terlibat […]

expand_less