Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Saldo Akhir

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 442
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setelah Ramadhan berlalu dan gema takbir Idul Fitri mulai mereda, kita seperti akuntan yang baru saja menutup buku besar tahunan: lega, tapi juga sedikit was-was. Lega karena “laporan ibadah” sudah disusun sebulan penuh, was-was karena pertanyaan klasik muncul: ini saldo akhirnya bagaimana?

Dalam dunia akuntansi, saldo akhir bukan sekadar angka. Ia adalah hasil dari seluruh transaksi, keputusan, dan—kadang—kesalahan pencatatan yang kita lakukan sepanjang periode. Dalam kehidupan spiritual pasca-Ramadhan, logika ini berlaku juga. Bedanya, yang diperiksa bukan auditor eksternal, tapi “auditor langit” yang tidak bisa diajak kompromi, apalagi diberi bingkisan lebaran.

Ramadhan sejatinya adalah masa “audit internal”. Kita menahan lapar, dahaga, dan amarah—meski yang terakhir ini sering bocor halus seperti laporan keuangan yang terlalu kreatif. Kita rajin shalat, sedekah, bahkan tiba-tiba menjadi ahli tafsir dadakan di grup WhatsApp keluarga. Semua itu adalah bentuk pencatatan amal yang intensif. Namun, persoalannya bukan pada aktivitas selama Ramadhan, melainkan bagaimana dampaknya terhadap saldo akhir setelahnya.

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, ada satu humor halus: “Orang itu kalau Ramadhan seperti malaikat, tapi habis lebaran kembali jadi manusia—bahkan kadang ‘lebih manusia’ dari sebelumnya.” Humor ini bukan untuk merendahkan, tapi justru mengingatkan bahwa konsistensi adalah ujian sebenarnya. Kalau Ramadhan adalah “closing sementara”, maka Syawal dan bulan-bulan berikutnya adalah “periode berjalan” yang menentukan apakah saldo akhir kita stabil atau malah anjlok drastis.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Setelah melalui proses penyidikan yang cukup panjang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo resmi menetapkan konten kreator ZH alias Ka Kuhu sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran hak cipta. Penetapan tersangka tersebut diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima oleh pihak pelapor. Kuasa hukum pelapor, Rongki Ali Gobel, membenarkan […]

  • Rakorev Pemkot Gorontalo, Wali Kota Tekankan TPP, Parkir Berlangganan, hingga Zikir Akbar

    Rakorev Pemkot Gorontalo, Wali Kota Tekankan TPP, Parkir Berlangganan, hingga Zikir Akbar

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, memberikan sejumlah penekanan dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia, Jumat (19/12/2025). Salah satu fokus utama yang disoroti Wali Kota Adhan adalah progres penerapan aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta sistem […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

  • Dukung Pelestarian Tradisi Tumpe, PT DSP Turunkan Alat Berat untuk Penataan Pelabuhan

    Dukung Pelestarian Tradisi Tumpe, PT DSP Turunkan Alat Berat untuk Penataan Pelabuhan

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Rhandu
    • visibility 150
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, BATUI — PT Delta Subur Permai (DSP), perusahaan yang beroperasi di Kawasan Seseba, Desa Honbola, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, turut berkontribusi dalam mendukung pelestarian tradisi Tumpe. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan satu unit alat berat jenis backhoe loader untuk membantu penataan pelataran Pelabuhan Tumpe, Selasa (27/10/2026). Pengerahan alat berat yang dimulai sekitar pukul 10.30 […]

  • Ketua DPD Perjosi Maros Soroti Larangan Wartawan Membawa Handphone di Kejari: “Tunjukkan Regulasinya!”

    Ketua DPD Perjosi Maros Soroti Larangan Wartawan Membawa Handphone di Kejari: “Tunjukkan Regulasinya!”

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros — Ketua DPD Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi) Kabupaten Maros, Talla, menyoroti Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros terkait larangan membawa HP Android ketika ingin bertemu dengan siapa saja di Kejaksaan. “Ini yang perlu kita perjelas, kenapa pihak Kejaksaan selalu meminta agar alat kerja jurnalistik, HP Android, selalu diminta dititip terlebih dahulu baru bisa masuk ke ruangan, […]

expand_less