Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Balik WTP: Ketika Akuntabilitas Berhenti Di Kertas

  • account_circle Khoirul Umam Mubarok
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Delapan tahun berturut-turut sejak 2016, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tahun 2024, pemerintah bahkan menyerahkan LKPP tepat waktu — dirayakan sebagai pencapaian akuntabilitas fiskal yang membanggakan. Di saat bersamaan, kebijakan efisiensi anggaran senilai Rp306 triliun justru memantik kritik luas karena menyasar program pembangunan strategis. Lembaga riset independen menilai transparansi APBN masih perlu ditingkatkan. Program makan gratis disorot karena dugaan pemborosan. Dana transfer daerah dinilai belum optimal pemanfaatannya. Isu pembengkakan anggaran proyek pemerintah terus berulang di pemberitaan media.

Ada yang tidak sinkron. Dan ketidaksinkronan itu perlu dinamai dengan jujur: Indonesia mengalami gap struktural antara akuntabilitas prosedural dan akuntabilitas substantif
— dan selama gap itu dibiarkan, WTP hanya akan menjadi trofi administrasi yang tidak menjawab pertanyaan paling mendasar dari rakyat sebagai pemilik anggaran.

Pemikir ekonomi Islam Muhammad Baqir al-Sadr dalam Iqtisaduna membuat satu distinasi yang relevan di sini: ia membedakan antara al-nizam al-iqtisadi (doktrin ekonomi — menyangkut nilai, kepemilikan, dan distribusi) dengan al-‘ilm al-iqtisadi (ilmu ekonomi — menyangkut mekanisme teknis). Sadr berargumen bahwa kegagalan sistemik dalam ekonomi hampir selalu berakar pada level doktrin, bukan level teknis. Masalahnya bukan pada ketidakmampuan menghitung, melainkan pada kekeliruan dalam menetapkan untuk siapa sumber daya itu dikelola. Dalam kerangka ini, Sadr menegaskan bahwa negara bukanlah pemilik sumber daya publik — ia hanyalah wakil dan amin (wali amanah) dari komunitas yang memilikinya. Konsekuensinya: pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kewajiban moral yang melekat pada posisi kewalian itu sendiri.

Inilah yang membuat gap antara akuntabilitas prosedural dan substantif bukan hanya masalah teknis tata kelola — ia adalah masalah doktrin. Ketika pemerintah merasa cukup dengan WTP, ia sedang beroperasi di level ilmu (teknis) sambil mengabaikan level nizam (substansi): apakah amanah rakyat benar-benar ditunaikan?

Akuntabilitas publik, dalam pengertian yang sesungguhnya, adalah kewajiban pihak yang memegang amanah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya kepada yang memberi amanah. Dalam konteks negara, pemerintah adalah pemegang amanah, rakyat adalah pemberi amanah, dan APBN — dengan total belanja 2025 sekitar Rp3.621 triliun — adalah amanah itu sendiri. WTP menjawab pertanyaan prosedural: apakah laporan disusun sesuai standar akuntansi? Tapi akuntabilitas substantif menuntut jawaban atas pertanyaan yang berbeda secara fundamental: apakah uang itu benar-benar berdampak bagi rakyat? Kerancuan antara dua pertanyaan ini bukan sekadar masalah semantik — ia adalah masalah epistemik yang menentukan apa yang dianggap “berhasil” oleh pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

  • Penulis: Khoirul Umam Mubarok

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan […]

  • Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Menarik memang mengelaborasi gerakan mahasiswa sebagai agen of change atau sebagai agen of control. Sudah menjadi tradisi yang terwariskan sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, bahwa mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok elit pelajar akan selalu garang ketika berhadapan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populis. Pada momen-momen tertentu, pemandangan yang sudah lazim akan terlihat di setiap kantor pemerintah, […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Senja turun perlahan di pesisir Mandar bukanlah perkara jarang ditemukan. Langit memerah di atas laut, dan perahu-perahu nelayan kembali dengan layar yang mulai dilipat merupakan penghias keseharian hidup orang Mandar. Di sela desir angin laut, terdengar adzan Magrib memanggil dari masjid kampung. Suaranya lembut, tetapi tegas—seperti panggilan yang sudah akrab sejak kecil. Orang-orang berhenti sejenak. […]

  • PWNU Gorontalo Desak PBNU Segera Akhiri Konflik, Dorong Percepatan Muktamar photo_camera 15

    PWNU Gorontalo Desak PBNU Segera Akhiri Konflik, Dorong Percepatan Muktamar

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bersama seluruh PCNU se-Provinsi Gorontalo menekankan perlunya penyelesaian cepat atas dinamika internal yang tengah terjadi di PBNU. Pernyataan ini disampaikan melalui Surat Pernyataan Nomor 373/PW.01/A.II.07.99/27/12/2025 yang dirilis pada 2 Desember 2025. Ketua PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, menegaskan bahwa konflik internal PBNU tidak boleh berlarut-larut […]

  • Koalisi Desak Presiden Hentikan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Diduga Langgar AMDAL dan HAM

    Koalisi Desak Presiden Hentikan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Diduga Langgar AMDAL dan HAM

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua mendesak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertahanan untuk segera menghentikan pembangunan jalan akses sepanjang 135 kilometer di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Desakan ini disampaikan menyusul dugaan bahwa proyek sarana prasarana ketahanan pangan tersebut dijalankan tanpa memenuhi ketentuan lingkungan hidup serta berpotensi melanggar hak masyarakat […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

expand_less