Breaking News
dark_mode
Trending Tags

MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

  • account_circle Muh Faizal HS
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 610
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanpa adanya sistem pengawasan yang ketat maka anggaran bisa saja disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Di sisi lain kualitas makanan juga menjadi isu yang penting dalam program ini. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi tidak hanya berfokus kepada kuantitas makanan, namun yang menjadi fokus utamanya adalah bagaimana makanan ini mempunyai kualitas untuk peningkatan gizi anak. Tanpa standar gizi yang jelas, makanan yang diberikan bisa saja tidak memenuhi kebutuhan nutrisi dan akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan mereka.

Dari sudut pandang psikologi pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar juga memiliki hubungan yang erat dengan proses belajar. Dalam teori Maslow’s Hierarchy of Needs yang dikenalkan oleh seorang psikolog yaitu Abraham Maslow, bahwa kebutuhan fisiologis seperti makanan dan kesehatan merupakan dasar dari kebutuhan manusia. Seseorang tidak bisa mencapai batasannya jika hal yang dasar belum terpenuhi.

Bagi siswa, kondisi lapar bisa mengurangi konsentrasi dan motivasi belajar. Oleh sebab itu, penyediaan makanan bergizi gratis di sekolah dapat membantu untuk membentuk lingkungan sekolah yang kondusif. Namun, program tersebut akan bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan standar kualitas yang baik.

MBG: Maling Berkedok Gizi

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana peran pemerintah dalam menangani atas kritikan tersebut. Pemerintah melawannya dengan kekerasan tentu bukan solusi yang tepat. Menurut penulis, pemerintah harus mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan sebagai proyek strategis nasional.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan, yakni pemerintah harus menetapkan standar gizi yang jelas dari rekomdasi ahli gizi dan kesehatan. Standar ini menjadi indikator untuk memastikan bahwasanya makananan yang diberikan itu benar-benar memenuhi kebutuhan nutrisi siswa. Kedua, transparansi dalam pengelolaan anggaran menjadi prioritas utama. Dengan perkembangan teknologi, pemerintah harusnya sadar bahwasanya teknologi bisa membantu untuk meningkatkan akuntabilitas dalam pendistribusian dana dan pengadaan bahan makanan.

  • Penulis: Muh Faizal HS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Arrang Batara menyoroti aspek historis perbedaan Sunni dan Syiah, termasuk Peristiwa Ghadir Khumm dan Saqifah Bani Sa’idah yang menjadi rujukan penting dalam memahami perbedaan kepemimpinan pasca Nabi Muhammad. Ia menjelaskan bahwa perbedaan tafsir kata maula dalam hadis Ghadir Khumm menjadi salah satu titik lahirnya perbedaan pandangan antara kedua mazhab. Arrang juga memaparkan sejarah perkembangan mazhab […]

  • Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Iwan Miu
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dihuni oleh ribuan desa pesisir yang tersebar dari barat hingga timur nusantara. Desa-desa pesisir tidak hanya berperan sebagai penyangga ekologi, tetapi juga merupakan lumbung sumber daya alam, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, di balik potensi besar tersebut, desa pesisir menghadapi berbagai tantangan […]

  • “Surat Cinta” Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026)

    “Surat Cinta” Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026)

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Lusiana Putri Ahmadi, M.Ak
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Apakah adil jika seorang penjual nasi kuning yang baru buka tenda kecil depan gang rumah langsung dianggap sebagai “Gajah Bisnis” yang wajib langsung menggunakan tarif pajak umum (pembukuan)? Pertanyaan ini tiba-tiba relevan ketika Pemerintah mengeluarkan “Surat Cinta” yang problematik. PP Nomor 20 Tahun 2026 yang telah disahkan memuat dengan jelas terkait aturan penggunaan PPh Final […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Nuzulul Qur’an di Istiqlal Hadirkan Dai Tionghoa Koko Liem, Cerita Perjalanan Masuk Islam

    Nuzulul Qur’an di Istiqlal Hadirkan Dai Tionghoa Koko Liem, Cerita Perjalanan Masuk Islam

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Salah satu momen yang paling menarik perhatian jamaah adalah kehadiran dai kondangan Tionghoa, Koko Liem, yang membagikan kisah perjalanan spiritualnya memeluk Islam dalam dialog inspiratif yang menggugah hati. Dalam paparannya, Koko Liem menjelaskan bahwa kekagumannya terhadap umat Islam berawal dari tradisi membaca […]

expand_less