Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Transparansi atau Sekadar Formalitas? Catatan Kritis atas Laporan Keuangan Pemerintah

  • account_circle Fatikha Nurul Hikmah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sinilah muncul kesenjangan antara apa yang dilaporkan dan apa yang dirasakan masyarakat. Secara akuntansi, angka-angka mungkin terlihat sehat. Tapi di lapangan, masih banyak keluhan soal layanan publik yang belum optimal, infrastruktur yang mangkrak, atau bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar “apakah sistem akuntansi pemerintah saat ini benar-benar mampu menangkap realitas tersebut, atau justru terlalu sibuk memastikan semua sesuai standar di atas kertas?”

Hal lain yang menarik adalah bagaimana laporan keuangan sering kali sulit diakses dan dipahami oleh masyarakat umum. Secara teknis, dokumen LKPP memang tersedia untuk publik, tapi formatnya sangat kompleks dan penuh istilah akuntansi. Ini menciptakan semacam “transparansi semu”, informasi ada, tapi tidak benar-benar bisa diakses secara bermakna oleh orang awam. Akibatnya, hanya kalangan tertentu seperti auditor, akademisi, atau praktisi keuangan yang benar-benar bisa memahami isinya. Padahal, uang yang dilaporkan di situ adalah uang publik.

Selain itu, ada juga pertanyaan soal sejauh mana laporan keuangan ini benar-benar mencerminkan efektivitas penggunaan anggaran. Akuntansi pemerintahan selama ini cenderung fokus pada kepatuhan (compliance) dan pencatatan, bukan pada hasil (outcome). Artinya, selama prosedur diikuti dan angka-angka sesuai standar, laporan dianggap “baik”, meskipun belum tentu anggaran tersebut digunakan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi masalah klasik, laporan rapi, tapi dampaknya belum tentu terasa.

Di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa ada upaya perbaikan dari pemerintah, terutama dalam hal digitalisasi sistem keuangan dan integrasi data. Reformasi ini patut diapresiasi karena bisa meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi manipulasi. Namun, teknologi saja tidak cukup. Tanpa budaya transparansi yang kuat dan pengawasan yang independen, sistem secanggih apa pun tetap bisa disalahgunakan.

  • Penulis: Fatikha Nurul Hikmah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Provinsi Sulawesi Selatan adalah Provinsi yang paling strategis di pulau Sulawesi namun menyimpang dalam perbaikan jalan. Hampir setiap hari sosial media menjadi media kritik namun gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman lamban dalam menangani kritik yang hadir akan daerahnya Berbeda dengan saudaranya A. Amran Sulaiman selaku menteri Pertanian yang sangat jelas Kinerjanya […]

  • Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Kapolres Pohuwato melalui Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Renly Turangan, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar ketentuan hukum. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Pohuwato. Siapa pun yang terlibat, baik pelaku di lapangan, pemilik alat, pemilik lokasi maupun […]

  • KNPI Bone Bolango Gelar Rembuk Pemuda : Dorong Kolaborasi Membangun Daerah

    KNPI Bone Bolango Gelar Rembuk Pemuda : Dorong Kolaborasi Membangun Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bone Bolango menggelar Rembuk Pemuda bertema “Kolaborasi Pemuda dalam Membangun Daerah” pada Sabtu, (15/11/2025) , di Resto Onato by Swiss 18. Kegiatan ini menjadi ruang temu dan dialog bagi berbagai elemen pemuda untuk memperkuat peran strategis mereka dalam pembangunan daerah. Rembuk pemuda tersebut dihadiri oleh seluruh unsur kepemudaan, mulai […]

  • Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Seorang anak berinisial MA (8), warga Lingkungan Allu, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban petasan rakitan. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat sipil. Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, Camat […]

  • Pemkab Bone Bolango Tegaskan Pengawalan Ketat Amdal Tambang Emas PT Gorontalo Minerals

    Pemkab Bone Bolango Tegaskan Pengawalan Ketat Amdal Tambang Emas PT Gorontalo Minerals

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat rencana kegiatan pertambangan emas PT Gorontalo Minerals agar berjalan seimbang antara kepentingan investasi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat menghadiri Rapat Komisi Pembahasan Amdal RKL-RPL rencana kegiatan pertambangan emas DMP PT Gorontalo Minerals yang […]

  • Neraca Langit

    Neraca Langit

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Bedanya dengan laporan perusahaan, Neraca Langit tidak bisa dimanipulasi. Tidak ada rekayasa laba, tidak ada creative accounting. Bahkan tidak ada auditor yang bisa diajak kompromi dengan kalimat klasik: “Ini bisa diatur sedikit, Pak.” Dalam tradisi pesantren, ada satu humor yang sering muncul. Seorang santri pernah bertanya kepada kiai: “Yai, kalau di dunia ada akuntansi, di […]

expand_less