Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Transparansi atau Sekadar Formalitas? Catatan Kritis atas Laporan Keuangan Pemerintah

  • account_circle Fatikha Nurul Hikmah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sinilah muncul kesenjangan antara apa yang dilaporkan dan apa yang dirasakan masyarakat. Secara akuntansi, angka-angka mungkin terlihat sehat. Tapi di lapangan, masih banyak keluhan soal layanan publik yang belum optimal, infrastruktur yang mangkrak, atau bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar “apakah sistem akuntansi pemerintah saat ini benar-benar mampu menangkap realitas tersebut, atau justru terlalu sibuk memastikan semua sesuai standar di atas kertas?”

Hal lain yang menarik adalah bagaimana laporan keuangan sering kali sulit diakses dan dipahami oleh masyarakat umum. Secara teknis, dokumen LKPP memang tersedia untuk publik, tapi formatnya sangat kompleks dan penuh istilah akuntansi. Ini menciptakan semacam “transparansi semu”, informasi ada, tapi tidak benar-benar bisa diakses secara bermakna oleh orang awam. Akibatnya, hanya kalangan tertentu seperti auditor, akademisi, atau praktisi keuangan yang benar-benar bisa memahami isinya. Padahal, uang yang dilaporkan di situ adalah uang publik.

Selain itu, ada juga pertanyaan soal sejauh mana laporan keuangan ini benar-benar mencerminkan efektivitas penggunaan anggaran. Akuntansi pemerintahan selama ini cenderung fokus pada kepatuhan (compliance) dan pencatatan, bukan pada hasil (outcome). Artinya, selama prosedur diikuti dan angka-angka sesuai standar, laporan dianggap “baik”, meskipun belum tentu anggaran tersebut digunakan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi masalah klasik, laporan rapi, tapi dampaknya belum tentu terasa.

Di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa ada upaya perbaikan dari pemerintah, terutama dalam hal digitalisasi sistem keuangan dan integrasi data. Reformasi ini patut diapresiasi karena bisa meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi manipulasi. Namun, teknologi saja tidak cukup. Tanpa budaya transparansi yang kuat dan pengawasan yang independen, sistem secanggih apa pun tetap bisa disalahgunakan.

  • Penulis: Fatikha Nurul Hikmah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kapolres Pohuwato melalui Kasat Reskrim Polres Pohuwato, Iptu Renly Turangan, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar ketentuan hukum. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Pohuwato. Siapa pun yang terlibat, baik pelaku di lapangan, pemilik alat, pemilik lokasi maupun […]

  • DPW PKB Gorontalo 2026–2031 Resmi Dilantik, Dzikyan Tegaskan Konsolidasi hingga Ranting

    DPW PKB Gorontalo 2026–2031 Resmi Dilantik, Dzikyan Tegaskan Konsolidasi hingga Ranting

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ballroom Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat. Pelantikan tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PKB Gorontalo dengan fokus pada penguatan struktur dan kerja nyata di tengah masyarakat. Ruang pelantikan yang […]

  • Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Tak lama kemudian, Yovita menghampiri untuk membantu. Namun pelaku justru melakukan kekerasan dengan memukul dan melukai korban menggunakan senjata tajam. “Korban mengalami luka bacok di bagian pelipis hingga pipi,” jelasnya. Setelah korban tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri. Yovita yang mengalami luka sayatan kemudian dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, […]

  • Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Kuasa hukum pemohon, Alif Resnu Ahmad, menilai pendanaan pesantren seharusnya diposisikan sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara sebagaimana diamanatkan Pasal 31 UUD 1945, bukan sekadar kebijakan yang bergantung pada diskresi pemerintah. “Persoalan pendanaan pendidikan, termasuk pesantren, harus dipandang sebagai kewajiban konstitusional negara. Bukan sekadar kebijakan yang bisa diberikan atau tidak diberikan berdasarkan alasan kemampuan […]

  • Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti SDN 215 Inpres Taipa, Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, saat bangunan sekolah yang telah lama dinantikan akhirnya diresmikan, baru-baru ini. Peresmian tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, S.STP., MM, disaksikan para guru se-Kecamatan Maros Baru, jajaran Dinas […]

  • Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat. Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan […]

expand_less