Breaking News
dark_mode
Trending Tags

SMA vs S2

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 320
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita mungkin pernah bertanya, mengapa untuk menjadi dosen seseorang minimal pendidikan S2, sementara untuk menjadi anggota legislatif atau pejabat eksekutif termasuk Presiden dan Wapres cukup berijazah SMA? Pertanyaan ini  sering muncul di tengah kita karena peran strategis lembaga eksekutif dan legislative dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi standarnya terlihat minimalis.

Sekilas, perbedaan ini memang tampak seperti ketimpangan standar. Dunia akademik terlihat ketat dan berlapis, sementara dunia politik seolah longgar dan terbuka. Namun kesan ini muncul karena kita mencoba membaca dua ruang yang berbeda dengan logika yang sama. Padahal, akademik dan politik berdiri di atas fondasi yang tidak serupa.

Dunia akademik bertumpu pada pengetahuan yang harus dapat diuji. Dunia ini menuntut kedalaman berpikir, ketelitian metodologis, dan kemampuan membangun argumen secara sistematis. Seorang dosen tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi bagian dari proses produksi pengetahuan. Dalam konteks ini, pendidikan formal menjadi penting karena ia membentuk cara berpikir, bukan sekadar memberikan informasi. Gelar akademik, dengan segala keterbatasannya, berfungsi sebagai penanda bahwa seseorang telah melewati proses intelektual tertentu.

Sebaliknya, dunia politik bergerak dalam logika legitimasi. Seorang politisi hadir bukan terutama karena apa yang ia ketahui, tetapi karena sejauh mana ia dipercaya. Politik menuntut kemampuan membaca situasi, menjalin relasi, dan mengambil keputusan dalam kondisi yang sering kali tidak pasti. Kompetensi yang dibutuhkan bersifat praksis: kepemimpinan, komunikasi publik, negosiasi, serta kepekaan terhadap dinamika sosial. Semua ini tidak selalu lahir dari ruang kelas, melainkan dari keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musdes Yosonegoro Bahas Realisasi APBDes Semester I 2026, Pemdes Salurkan BLT dan Gelar Rapat Evaluasi

    Musdes Yosonegoro Bahas Realisasi APBDes Semester I 2026, Pemdes Salurkan BLT dan Gelar Rapat Evaluasi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) terkait penyampaian Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Semester I Tahun Anggaran 2026, Selasa (9/6/2026), di Aula Kantor Desa Yosonegoro. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bulan Juni 2026 kepada delapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), […]

  • KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG, NULONDALO.COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Deferi Zan, menginstruksikan seluruh pengurus dan anggota KWIP menahan diri dalam menyikapi kasus dugaan penghinaan yang diduga dilakukan oknum TikToker Makmun Serbaguna asal Tulang Bawang. Imbauan tersebut disampaikan Deferi Zan pada Selasa, 9 Desember 2026, menyusul ramainya pro dan kontra di kalangan […]

  • Beragama di Era Algoritma: Cepat Yakin, Lambat Memahami

    Beragama di Era Algoritma: Cepat Yakin, Lambat Memahami

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Alam Khaerul Hidayat
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Lewat beberapa perbincangan santai ala tongkrongan dengan teman, saya menemukan satu celah pembahasan yang menarik sekaligus perlu diluruskan. Kami memang tumbuh dari latar belakang yang tidak sepenuhnya sama. Bahkan, jika dilihat dari kecenderungan wacananya, mereka hampir mendekati kelompok yang hendak saya bahas. Namun beruntungnya, keduanya tetap berada pada posisi yang moderat dan terbuka untuk berdialog. […]

  • Veteran Marinir Protes di Sidang Senat AS, Insiden Pengamanan Picu Perdebatan

    Veteran Marinir Protes di Sidang Senat AS, Insiden Pengamanan Picu Perdebatan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah insiden terjadi dalam sidang Senate Armed Services Committee di Washington D.C. pada 4 Maret 2026, ketika seorang veteran Marinir Amerika Serikat, Brian McGinnis, melakukan aksi protes terkait kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Dalam sidang tersebut, McGinnis berdiri dan meneriakkan penolakan terhadap potensi perang yang menurutnya dipicu oleh dukungan […]

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai ambang batas parlemen kembali menghangat setiap kali siklus pemilu mendekat. Angka-angka diperdebatkan dengan serius—3 persen, 4 persen, 5 persen—seolah keselamatan demokrasi kita bertumpu pada hitungan matematis itu. Stabilitas pemerintahan dijadikan alasan utama. Terlalu banyak partai di parlemen dianggap mengganggu efektivitas legislasi dan menyulitkan pembentukan koalisi. Namun di balik perdebatan teknis tersebut, ada persoalan […]

  • Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Ummu ‘Athiyah al‑Ansariyah adalah sahabat perempuan dari kalangan Anshar yang hidup dan beraktivitas di Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW. Sumber-sumber klasik mencatat namanya sebagai Nusaibah binti al-Harith, meskipun terdapat variasi penulisan nasabnya di berbagai teks sejarah. Identitasnya sebagai sahabat yang aktif tetap konsisten dalam riwayat yang sampai kepada generasi setelahnya. Ummu ‘Athiyah ikut terlibat […]

expand_less