Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 445
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tradisi-tradisi yang demikian ini menunjukkan bahwa akhir Ramadan hingga menyambut 1 Syawal di Gorontalo itu memiliki watak yang selebratif. Kita bisa menyebut bahwa kegembiraan ini sebagai festival. Dalam penelusuran historis yang dilakukan oleh Mun’im Sirry di dalam Islam Revisionis (2018) memang, kata Id sendiri di dalam bahasa Arab bermakna “festival”. Kata ini sebenarnya merupakan lingua franca Aramain, lalu diadopsi oleh orang-orang Arab dengan arti yang sama. Nabi Muhammad, seturut penjelasan Sirry, pun tidak pernah melarang hal ini. Sebab beliau menyadari bahwa, di dalam masa-masa pembentukan Islam awal, kegembiraan menyambut hari-hari besar pada agama-agama sebelum Islam itu sudah ada dan tidak bermasalah.

Hal ini misalnya ditunjukkan ketika Aisyah R.A., istri Nabi Muhammad Saw, menyenandungkan nyanyian di rumah Nabi pada saat Idul Fitr. Meskipun sempat ditegur oleh Abu Bakar, ayahanda Aisyah, namun respons nabi mengejutkan karena beliau justru berkata bahwa “biarkanlah setiap masyarakat punya festival (id) sendiri, dan hari ini adalah hari festival kita” (Sirry, 2018). Ini menunjukkan bahwa Nabi, pemegang otoritas tertinggi dalam Islam bukan hanya memperbolehkan “kegembiraan” menyambut lebaran, melainkan juga turut melanjutkan tradisi yang telah ada sebelumnya, khususnya di dalam pada agama Abrahamik: Yahudi dan Kristen. Dengan demikian, watak selebratif yang diwujudkan oleh masyarakat Gorontalo, dengan cara apa pun juga untuk menyambut kegembiraan di 1 Syawal, adalah hal yang wajar.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Farmasi Nasional Tertinggal, DPR Beberkan Akar Masalahnya

    Industri Farmasi Nasional Tertinggal, DPR Beberkan Akar Masalahnya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    nulondalo.om –  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai rendahnya daya saing industri farmasi nasional bukan disebabkan oleh lemahnya efisiensi produksi, melainkan tingginya biaya bahan baku dan ongkos produksi di dalam negeri. Kondisi ini membuat harga produk farmasi Indonesia sulit bersaing dengan produk impor. Hal tersebut disampaikan Evita usai memimpin rapat Komisi VII […]

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Pertanyaan pentingnya adalah: sejauh mana prinsip transparansi dan akuntabilitas telah diterapkan, dan di mana celah yang masih perlu diperbaiki? Analisis dan Argumentasi 1. Transparansi Fiskal Meskipun pelaporan keuangan di tingkat pusat semakin tertata, akses publik terhadap data APBD dan kinerja BUMD masih terbatas. Informasi yang tersedia sering kali sulit dipahami oleh masyarakat awam. Kondisi ini […]

  • Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sabilul Alif juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Helmi Halimatul Udhmah selaku Pengawas Dewan Hakim, seluruh dewan hakim, panitia, dan semua pihak yang telah mengawal pelaksanaan MTQ secara profesional sehingga mampu melahirkan imam-imam terbaik yang diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat. Bagian dari Gerakan Nasional Menuju IGIC 2026 Sebelum MTQ digelar, rangkaian Bridging to International Grand […]

  • Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan […]

  • Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M., IPM., CP merupakan Seorang insinyur kelahiran Balikpapan, 24 Juni 1991 dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Elektro dan Magister Manajemen Bisnis. Aktif berkiprah di dunia profesional, organisasi, serta kegiatan bisnis, dengan pengalaman yang memadukan keahlian teknis dan kapasitas manajerial. Dalam dunia prefesional pernah menjabat sebagai Manager […]

  • Perjalanan Spiritual Nabi

    Perjalanan Spiritual Nabi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita […]

expand_less