Breaking News
light_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 362
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadan juga mengingatkan kita tentang sulitnya mempertahankan kehidupan spiritual. Ini juga mengundang pertanyaan: mengapa kita tidak bisa se-religius saat ini di luar bulan Ramadan? Tentu saja, pertanyaan ini tidak pantas diajukan jika seseorang memiliki kadar kedekatan pada Allah SWT yang stabil. Sayangnya, tidak ada manusia selain Nabi Muhammad yang agung pernah melakukannya. Alasannya karena kondisi manusia yang dinamis. Selalu saja ada faset, keburukan, kejahatan, bahkan hanya di dalam niat sekalipun yang membuat kita berada jauh dari Allah. Namun ini juga menjadi tanda: tanpa kesadaran religius yang melemah, Ramadan tentu saja bukan Ramadan. Essack lagi-lagi menganalogikan hal ini bagaikan musim panas: jika yang ada hanya panas, untuk apa ada “musim”. Musim, bagi dirinya, tidak merujuk pada satu kondisi saja, melainkan menunjukkan “kepelbagaian”: musim dingin, musim panas, musim semi, dsbg.

Tapi tentu saja, Essack tidak mengharapkan ini. Baginya, pertanyaan paling dasar yang perlu diajukan adalah: apa yang kita lakukan pada “musim panas”, untuk memasuki dan mempersiapkan “musim dingin”? Ini persis dengan Ramadan: apa yang kita lakukan di luar Ramadan, untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan? Bagi saya, sebenarnya, Ramadan tidak membelajarkan seseorang menjadi Muslim yang sempurna. Kita tidak mungkin mencapainya. Sebaliknya, bukan kesempurnaan yang kita capai, melainkan sebuah kemajuan. Ramadan hari ini, yang telah selesai, adalah cara seseorang membangun komitmen: Ramadan berikutnya kita lebih dekat pada Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini persis dengan ungkapan Seyyed Hosn Nasr: “kita terlahir kembali, menjadi suci kembali [di momentum Idul Fitr], semata-mata untuk bersiap menghadapi tahun berikutnya agar lebih mantap hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Panji Sukma Nugraha, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen PT Pelindo seiring kemacetan parah yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari terakhir. Menurutnya, insiden ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan perencanaan dan pengendalian sistem logistik nasional yang semestinya dapat diantisipasi sejak awal. “Ini bukan sekadar kemacetan lalu […]

  • Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 223
    • 0Komentar

    China sering dipuji karena pertumbuhan ekonominya, infrastrukturnya, atau kemampuan teknologinya. Tapi semua itu bukan berdiri di ruang hampa. Ada kerangka berpikir yang menopangnya. Di sana, Partai Komunis Tiongkok tidak sekadar menjadikan Marxisme sebagai slogan, tapi sebagai alat baca realitas—yang kemudian diadaptasi sesuai kondisi mereka sendiri, atau yang dikenal sebagai “socialism with Chinese characteristics”. Artinya sederhana: […]

  • Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Dr. Mansur Basir
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana […]

  • Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran. Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu […]

  • Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., pada Senin, 9 Februari 2026. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026. Sebelum bergabung dalam jajaran […]

  • Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pesantren tidak boleh berjalan di ruang hampa. Tradisi keilmuan yang kaya dan mendalam harus terus berdialog dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Pesan inilah yang ditekankan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025). Di hadapan para pengelola dan pemangku […]

expand_less