Breaking News
light_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadan juga mengingatkan kita tentang sulitnya mempertahankan kehidupan spiritual. Ini juga mengundang pertanyaan: mengapa kita tidak bisa se-religius saat ini di luar bulan Ramadan? Tentu saja, pertanyaan ini tidak pantas diajukan jika seseorang memiliki kadar kedekatan pada Allah SWT yang stabil. Sayangnya, tidak ada manusia selain Nabi Muhammad yang agung pernah melakukannya. Alasannya karena kondisi manusia yang dinamis. Selalu saja ada faset, keburukan, kejahatan, bahkan hanya di dalam niat sekalipun yang membuat kita berada jauh dari Allah. Namun ini juga menjadi tanda: tanpa kesadaran religius yang melemah, Ramadan tentu saja bukan Ramadan. Essack lagi-lagi menganalogikan hal ini bagaikan musim panas: jika yang ada hanya panas, untuk apa ada “musim”. Musim, bagi dirinya, tidak merujuk pada satu kondisi saja, melainkan menunjukkan “kepelbagaian”: musim dingin, musim panas, musim semi, dsbg.

Tapi tentu saja, Essack tidak mengharapkan ini. Baginya, pertanyaan paling dasar yang perlu diajukan adalah: apa yang kita lakukan pada “musim panas”, untuk memasuki dan mempersiapkan “musim dingin”? Ini persis dengan Ramadan: apa yang kita lakukan di luar Ramadan, untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan? Bagi saya, sebenarnya, Ramadan tidak membelajarkan seseorang menjadi Muslim yang sempurna. Kita tidak mungkin mencapainya. Sebaliknya, bukan kesempurnaan yang kita capai, melainkan sebuah kemajuan. Ramadan hari ini, yang telah selesai, adalah cara seseorang membangun komitmen: Ramadan berikutnya kita lebih dekat pada Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini persis dengan ungkapan Seyyed Hosn Nasr: “kita terlahir kembali, menjadi suci kembali [di momentum Idul Fitr], semata-mata untuk bersiap menghadapi tahun berikutnya agar lebih mantap hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pasukan Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh pada Minggu, sebuah jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon dengan bagian lain negara itu, dalam eskalasi terbaru konflik di perbatasan kedua negara. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyebut serangan tersebut sebagai “pendahuluan invasi darat,” sekaligus memperingatkan bahwa langkah itu bertujuan memutus konektivitas geografis wilayah selatan. “Ini adalah upaya […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    Cicil Emas Tanpa Cemas, Kanwil IX Ajak Masyarakat Nikmati Momen Emas Bersama Pegadaian

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    PT Pegadaian terus menghadirkan inovasi layanan keuangan yang memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas. Melalui program Promo Cicilan Emas Pegadaian, masyarakat kini dapat menikmati kemudahan bertransaksi cicil emas dengan lebih hemat, aman, dan praktis melalui aplikasi digital Pegadaian. Promo dengan kode SERUMULIA15 memberikan keuntungan berupa potongan uang muka sebesar Rp 15 ribu per gram dengan maksimal […]

  • Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Di masa kolonial Belanda, orang-orang Yahudi pernah direkrut menjadi staf VOC. Sayangnya, pembatasan juga dilakukan oleh pemerintah Belanda. Pertama karena mereka tidak memenuhi standar untuk disebut sebagai umat beragama dan kedua, karena VOC memiliki agenda monopoli total terhadap berbagai komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat lokal yang tidak memberikan sama sekali ruang otonom untuk mereka. Jadi, […]

  • Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Di republik ini, guru dan dosen punya gelar kehormatan yang sangat sakral: “pahlawan tanpa tanda jasa.” Setiap kali kalimat itu diucapkan, hadirin biasanya mengangguk khidmat. Tapi kalau direnungi ala santri pesantren, ada pertanyaan kecil yang suka muncul di sela-sela ngopi: “Tanpa tanda jasa itu maksudnya tanpa piagam atau tanpa angka di slip gaji?” Humor Nahdlatul […]

  • Marhaban Ya Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu 
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut. Menurut Prof Quraish, […]

expand_less