Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 699
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yang paling sulit dari kedua argumen di atas adalah menerjemahkan kesadaran Ramadan setelah itu berakhir. Kita tidak ingin berakhir seperti ultimatum Nabi “banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar, tidak mendapat apa-apa dari ibadahnya selain kelelahan”. Namun bagaimana melakukannya? Apakah dengan melakukan puasa sunnah dan lebih-lebih beribadah secara telaten dan konsisten? Ini ada benarnya. Namun Nabi sebenarnya menghendaki hal yang lebih: sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain. Argumen ini sangat kuat menunjukkan bahwa kesalihan spiritual saja tidak cukup. Di luar dari itu, kita butuh kesalihan sosial. Ramadan sebenarnya mengajarkan ini.

Lewat mongopanggola juga bapak dan ibu sejak kecil, saya diajarkan untuk memahami Ramadan sebagai cara untuk merasakan laparnya orang-orang miskin sehingga dengannya, tangan kita terbuka untuk memberi dan berbagi. Kemiskinan bukan satu-satunya problem. Ada hal lain seperti marjinalisasi, persekusi, pembatasan terhadap hak-hak minoritas untuk mengakses keadilan, dan masih ada berlusin-lusin problem yang dihadapi. Itu sebabnya, saya pikir, sebagian orang yang merindukan Ramadan di hari-hari akhir, boleh jadi merupakan pendusta, tak terkecuali saya sendiri. Skeptisisme ini selalu terjadi berulang-ulang. Jangan-jangan, banyak dari kita yang justru berharap Ramadan karena rangkaian selebrasi setiap tradisi di dalamnya? Tapi ini juga tidak berarti merindukan Ramadan dan berharap agar bisa bertemu dengannya adalah hal yang tidak relevan.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piutang Langit

    Piutang Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Humor Gus Dur mengajarkan satu hal penting: agama harus membumi. Jika piutang langit hanya menjadi retorika ceramah tanpa menyentuh kemiskinan struktural, maka itu seperti laporan keuangan tanpa arus kas. Indah dibaca, kosong dampak. Ramadhan juga momentum rekonsiliasi neraca diri. Kita tutup buku sebelas bulan sebelumnya. Apakah aset kesabaran meningkat? Apakah liabilitas amarah berkurang? Apakah ekuitas […]

  • Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

    Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Orang-orang bilang, jika datang ke Gorontalo dan belum pernah menyantap kuliner khas serambi madinah; Binte biluhuta, belum afdol, katanya. Tak lengkap jika belum  merasakan gurihnya sup jagung manis yang dihidangkan bertabur cakalang suir, daun kemangi, dan parutan kelapa itu. Belum lagi, ia ditemani potongan jeruk nipis untuk melengkapi rasa. Seperti biasa ada juga bumbu tambahan […]

  • Gusnar Kerahkan Ribuan ASN, Gerakan ASRI Dibikin Viral

    Gusnar Kerahkan Ribuan ASN, Gerakan ASRI Dibikin Viral

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Gusnar juga menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti tidak akan dilakukan secara rutin setiap minggu, melainkan dengan pola berpindah lokasi dalam rentang waktu tertentu. “Bisa jadi seminggu atau 10 hari ke depan kita pindah ke lokasi lain. Pola ini akan terus kita kembangkan untuk menyukseskan gerakan nasional ini di Gorontalo,” jelasnya. Di akhir kegiatan, Gusnar mengajak […]

  • Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Di sisi lain, krisis energi yang dipicu oleh ketegangan global turut memperbesar risiko instabilitas. Kenaikan harga, kesenjangan sosial, dan tekanan ekonomi menjadi lahan subur bagi tumbuhnya konflik. Ancaman ini bersifat laten, namun memiliki daya rusak yang dalam ketika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang bijak. Respons Kawasan Regional Kawasan Asia Tenggara tidak dapat lagi memposisikan dirinya […]

  • Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Dunia di abad ke-21 bergerak kian cepat daripada kemampuan manusia untuk merenungkannya. Inovasi teknologi, kecerdasan buatan, dan konektivitas global menciptakan kesan bahwa umat manusia telah melampaui batas-batas lama sejarah. Tapi di balik kemajuan itu, dunia justru menampakkan kerapuhannya dengan telanjang bulat bahwa perang kembali menjadi bahasa politik, krisis kemanusiaan diperlakukan sebagai gangguan statistik, dan lembaga […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

expand_less