Breaking News
light_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 367
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika membacanya dengan konteks demikian, saya percaya Islam memiliki jalan masuk untuk mengkritisi segenap dampak potensial dari sahnya RUU TNI. Misalnya, dalam konteks eksploitasi, Islam menaruh perhatian agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi (Qs. Al-A’raf: 56), menggunakan sumber daya alam secara bijak dan tidak melampaui batas (Qs. Al-A’raf: 31), memanfaatkan alam dengan seadil-adilnya (Qs. Ar-Rahman 78). Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad bahkan menerangkan bahwa “Bumi itu seperti ibu kalian. Maka, jagalah dia dan jangan merusaknya.” Dalam pasase yang lain, Islam juga menjunjung tinggi martabat perempuan (Qs. Al-Ahzab: 35), membela perempuan dari segala bentuk pelecehan (Qs. Al-Qasas: 77), bahkan menaruh kepentingan bahwa perempuan berhak melawan ketidakadilan lewat berbagai hadist Nabi. Kita juga bisa melihat bagaimana Islam menaruh keistimewaan terhadap ilmu pengetahuan dengan membebaskan setiap orang untuk berpikir sebagai bagian dari pencarian kebenaran (Qs. Al-Baqarah: 256), memberikan ruang pada perdebatan akademik (Qs. An-Nahl: 125), hingga pencarian kebenaran yang berdasarkan bukti (Qs. Al-Baqarah: 111).

Saya pikir, beberapa doktrin Islam di atas yang telah dikemukakan itu dapat menjadi basis untuk membaca Islam pada kondisi saat ini melalui pre-text, teks dan konteks. Tiga hal ini adalah model pembacaan terhadap “totalitas pewahyuan” ala Ahmed. Apa tujuannya? Ya tentu saja dengan mendorong adanya payung hukum rekognisi hak-hak mereka yang rentan lewat Undang-Undang dan peraturan terkait. Hal-hal yang demikian itulah yang perlu dilakukan dan sangat mendesak. Saya pikir, seperti inilah Islam semestinya diterjemahkan pasca-Lebaran nanti. Kita tentu saja terlambat. Namun tetap saja, momentum syawalan ini menjadi penting karena “kapal-kapal baru akan berlabuh”. Jalan terjal yang bakal dilalui dengan hantaman ombak sana-sini baru akan dimulai. Bahkan meskipun kita berada di akhir sekalipun, tidak ada yang sia-sia. Sabab ujar Nabi Muhammad yang agung: “meskipun kiamat sebentar lagi dan kamu masih memegang tunas untuk ditanam, maka lanjutkanlah niatmu dan tanamlah!”. A luta continua!

Penulis : Tarmizi Abbas, MA(Alumni CRCS UGM, Yoyakarta dan Peneliti di Inhides Gorontalo)

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Di banyak tempat, kita sering mendengar narasi tentang supremasi sipil, sebuah konsep di mana masyarakat sipil—atau masyarakat yang bebas dari pengaruh langsung negara atau militer—dianggap sebagai entitas yang memegang kendali atas jalannya pemerintahan. Idealnya, masyarakat sipil adalah ruang di luar struktur formal negara, tempat kebebasan berkembang dan hak-hak individu dihargai. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak […]

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 sebesar 32,90 persen naik 3,64 poin dibandingkan bulan April 2025. “Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merupakan gambaran produktivitas usaha jasa akomodasi,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/7/2025). Dwi Alwi menjelaskan peningkatan TPK hotel […]

  • Gus Aniq Nawawi Sayangkan Aksi Bela Palestina di Gorontalo Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    Gus Aniq Nawawi Sayangkan Aksi Bela Palestina di Gorontalo Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    nulondalo.com  – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Randangan, Gorontalo Gus Aniq Nawawi (KH. Abdullah Aniq Nawawi) menyayangkan munculnya simbol-simbol organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada aksi damai bela palestina oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina pada Ahad, (2/2/2025), kemarin. Ratusan massa aksi tersebut menggunakan atribut bertuliskan Khilafah dan juga bendera yang identik […]

  • PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai   

    PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai  

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Meski Pemilu masih cukup lama, namun kesiapan-kesiapan harus dimantapkan partai Politik jika ingin meraih kemenangan. Salah satu strategi yang penting untuk dilakukan adalah terus mengkonsolidasikan struktur partai hingga akar rumput. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Salah satu strategi partai besutan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar itu dengan mensosialisasikan […]

  • Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

    Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 144
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salah satu pesan mendalam yang pernah disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali relevan untuk direnungkan hari ini. Dengan gaya khasnya yang lembut, puitis, namun tajam, Gus Mus mengingatkan bahwa ukhuwah tidak bisa dibangun dengan teriakan, melainkan dengan keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu sederhana, tetapi menggelitik: bagaimana mungkin […]

expand_less