Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 535
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika membacanya dengan konteks demikian, saya percaya Islam memiliki jalan masuk untuk mengkritisi segenap dampak potensial dari sahnya RUU TNI. Misalnya, dalam konteks eksploitasi, Islam menaruh perhatian agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi (Qs. Al-A’raf: 56), menggunakan sumber daya alam secara bijak dan tidak melampaui batas (Qs. Al-A’raf: 31), memanfaatkan alam dengan seadil-adilnya (Qs. Ar-Rahman 78). Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad bahkan menerangkan bahwa “Bumi itu seperti ibu kalian. Maka, jagalah dia dan jangan merusaknya.” Dalam pasase yang lain, Islam juga menjunjung tinggi martabat perempuan (Qs. Al-Ahzab: 35), membela perempuan dari segala bentuk pelecehan (Qs. Al-Qasas: 77), bahkan menaruh kepentingan bahwa perempuan berhak melawan ketidakadilan lewat berbagai hadist Nabi. Kita juga bisa melihat bagaimana Islam menaruh keistimewaan terhadap ilmu pengetahuan dengan membebaskan setiap orang untuk berpikir sebagai bagian dari pencarian kebenaran (Qs. Al-Baqarah: 256), memberikan ruang pada perdebatan akademik (Qs. An-Nahl: 125), hingga pencarian kebenaran yang berdasarkan bukti (Qs. Al-Baqarah: 111).

Saya pikir, beberapa doktrin Islam di atas yang telah dikemukakan itu dapat menjadi basis untuk membaca Islam pada kondisi saat ini melalui pre-text, teks dan konteks. Tiga hal ini adalah model pembacaan terhadap “totalitas pewahyuan” ala Ahmed. Apa tujuannya? Ya tentu saja dengan mendorong adanya payung hukum rekognisi hak-hak mereka yang rentan lewat Undang-Undang dan peraturan terkait. Hal-hal yang demikian itulah yang perlu dilakukan dan sangat mendesak. Saya pikir, seperti inilah Islam semestinya diterjemahkan pasca-Lebaran nanti. Kita tentu saja terlambat. Namun tetap saja, momentum syawalan ini menjadi penting karena “kapal-kapal baru akan berlabuh”. Jalan terjal yang bakal dilalui dengan hantaman ombak sana-sini baru akan dimulai. Bahkan meskipun kita berada di akhir sekalipun, tidak ada yang sia-sia. Sabab ujar Nabi Muhammad yang agung: “meskipun kiamat sebentar lagi dan kamu masih memegang tunas untuk ditanam, maka lanjutkanlah niatmu dan tanamlah!”. A luta continua!

Penulis : Tarmizi Abbas, MA(Alumni CRCS UGM, Yoyakarta dan Peneliti di Inhides Gorontalo)

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG Strategi Besar Pemerintah Membangun SDM Sejak Dini

    MBG Strategi Besar Pemerintah Membangun SDM Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Gorontalo kembali mempererat sinergi untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (2/7/2025). Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka membangun generasi sehat dan unggul menuju […]

  • Ringankan Beban Lansia, BUMDes Dulohupa Berbagi di Bulan Puasa photo_camera 2

    Ringankan Beban Lansia, BUMDes Dulohupa Berbagi di Bulan Puasa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 310
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dulohupa Desa Buti, Kecamatan Mananggu, menyalurkan paket sembako kepada sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Desa Buti. Program sosial ini menyasar para lansia yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah puasa. Direktur BUMDes Dulohupa, Akram Talibana, menjelaskan bahwa paket yang dibagikan berisi […]

  • Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat Play Button

    Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 376
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rais Syuriyah PCNU Bone Bolango sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge atau Guru Helmi, menyampaikan pengajian bertema Keutamaan Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Pengajian tersebut menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar amalan lisan, melainkan jalan keselamatan dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam […]

  • Kemerdekaan Petani Dimulai dari Jalan Menuju Kebun

    Kemerdekaan Petani Dimulai dari Jalan Menuju Kebun

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Menjelang 17 Agustus, suasana di Desa Tolondadu II dan Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, berubah. Sepanjang jalan desa, ratusan bendera Merah Putih dipasang berjejer. Bendera-bendera itu diikat pada tiang bambu kecil dan ditancapkan dengan jarak kurang lebih tiga meter. Ratusan bendera tersebut sengaja ditancapkan tepat di tengah pembatas jalan […]

  • MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam. Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara […]

  • Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

    Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rif’atu Darojah
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Kritik tajam harus dikeluarkan pada ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan transformasi energi yang nyata. Kita selalu bicara soal kemandirian energi dan transisi ke energi hijau di setiap pidato kenegaraan, namun saat harga minyak dunia naik, kita langsung kelimpungan seperti kebakaran. Ini membuktikan bahwa janji-janji transisi energi itu hanyalah gimmick politik tanpa eksekusi yang serius. Jika sejak […]

expand_less