Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • visibility 697
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tetapi…

Namun apakah perayaan terhadap Idul Fitr hanya tampak begitu saja? Bagaimana jika watak selebratif ini justru membenamkan tujuan kita berpuasa: membelajarkan diri sebaik-baiknya. Tentang hal ini, saya tidak ingin mereduksi tujuan berpuasa sebatas pada aspek religiusitas: beribadah semabuk-mabuknya. Saya pikir, beberapa hal penting yang dapat menjadi refleksi selama Ramadan selain mempertahankan kehidupan spiritual, adalah soal berempati: merasakan kehidupan mereka yang marjinal tidak hanya karena tidak bisa makan yang cukup, melainkan juga mereka yang mendapat tekanan struktural dari kelas sosial yang lalim dan despotic. Saya pikir, mengalami hal-hal ini menjadi hal yang relevan untuk setiap perjumpaan kita dengan Ramadan.

Saya pernah bertanya di dalam diri sendiri di banyak kesempatan: apa benar bahwa dunia ini terus dibiarkan berputar oleh Allah SWT karena adanya kehadiran orang-orang yang beribadah semalam suntuk, meskipun pada saat yang sama, marginalisasi terus terjadi? Di belahan bumi lain yang enggan terjamah, barangkali ada orang-orang yang dihimpit kuasa despotik sehingga mereka berada dalam keadaan miskin yang, alhasil, untuk makan dan minum pun harus bekerja mati-matian. Atau barangkali ada mereka yang dihantam kalangan mayoritas Muslim dengan madzhab dominan agar tidak bisa beribadah di tengah Ramadan sesuai tafsir dan pemahaman madzhab mereka. Fakta yang terakhir ini benar-benar terjadi dan menyayat hati, ketika saya membaca Catatan Sejuk yang memberitakan komunitas Ahmadiyah di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang akhirnya harus merayakan Idul Fitr di kamp-kamp pengungsian selama 16 tahun karena diusir oleh mayoritas.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Organisasi tampaknya bekerja dengan cara yang serupa. Ketika segala sesuatu sudah dipastikan, dijelaskan, dan ditentukan hingga ke detail terkecil, ruang partisipasi sering kali menyempit. Tidak banyak yang perlu dipikirkan, tidak banyak yang perlu ditawarkan. Sebaliknya, ketika ada tujuan bersama yang cukup jelas tetapi belum sepenuhnya terwujud, orang terdorong untuk mengisi ruang tersebut dengan ide, tenaga, […]

  • Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Dalam upaya mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan pangan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Launching & Talkshow Agrinext Center yang diselenggarakan oleh Bidang Pertanian dan Pangan KOPRI PB PMII. Agenda kolaborasi diselenggarakan di perpustakaan Nasional RI, 20 Juni 2025. Kegiatan bertema “Akselerasi Peran Petani […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

  • Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Multazam. R
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Model pendidikan berbasis masalah menjadi alternatif memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis masalah berangkat dari paradigma konstruktivistik yang diperkenalkan oleh John Dewey. Paradigma ini memandang bahwa pengetahuan sejati lahir dari konstruksi aktif antara interaksi guru, murid dengan lingkungan (masalah). Masalah sebagai titik berangkat, guru dan murid kemudian diperhadapkan pada realitas sosial yang menuntut analisis […]

  • Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo memusnahkan sebanyak 19.754 minuman keras (miras) berbagai jenis, Senin (29/12/2025). Pemusnahan dilakukan di Lapangan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur. Ribuan miras tersebut merupakan hasil penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo, serta hasil razia Polresta […]

  • Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hanifa Aulia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Di atas kertas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu tampak menjanjikan. Angkanya besar, programnya luas, dan tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di lapangan, banyak warga justru merasa dampaknya “jauh” dari kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang sering muncul sederhana tapi mengganggu: kalau anggaran negara terus meningkat, kenapa hidup masih terasa sulit? Isu ini kembali hangat […]

expand_less