Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

  • account_circle Rif’atu Darojah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 304
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kritik tajam harus dikeluarkan pada ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan transformasi energi yang nyata. Kita selalu bicara soal kemandirian energi dan transisi ke energi hijau di setiap pidato kenegaraan, namun saat harga minyak dunia naik, kita langsung kelimpungan seperti kebakaran. Ini membuktikan bahwa janji-janji transisi energi itu hanyalah gimmick politik tanpa eksekusi yang serius. Jika sejak sepuluh tahun lalu kita serius membangun infrastruktur transportasi publik berbasis listrik atau memperbaiki sistem logistik nasional, kita tidak akan pernah sesandera ini oleh harga minyak global. Pemerintah terjebak dalam siklus populis mereka takut kehilangan popularitas jika menaikkan harga BBM, sehingga lebih memilih mengorbankan kesehatan APBN. Mereka slalu menggap APBN boleh digunakan dalam segala kondisi.

Bagi saya, sangat ironis ketika kita melihat defisit anggaran membengkak demi memberi napas pada kendaraan bermotor, sementara di sisi lain, anggaran untuk riset, pendidikan, dan kesehatan harus mengalah karena uangnya sudah habis untuk membayar selisih harga bensin. Ini adalah bentuk kegagalan skala prioritas yang fatal. Kita sedang mensubsidi polusi, kemacetan, dan ketergantungan pada asing, sambil mengabaikan investasi pada manusia. Jika terus begini, APBN 2026 hanya akan dikenang sebagai catatan keuangan di mana negara lebih peduli pada kenyamanan pengguna mobil daripada ketahanan ekonomi jangka panjang.

Sebagai penutup, opini saya tegas yakni, Berhentilah memanjakan masyarakat dengan harga bensin yang tidak masuk akal secara ekonomi. Pemerintah harus berani mengambil langkah pahit meskipun tidak populer dengan mencabut subsidi secara bertahap dan mengalihkannya secara langsung (Bantuan Sosial) kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada semua orang yang punya pelat nomor hitam.

APBN adalah uang rakyat, bukan dompet tanpa dasar yang bisa dikuras terus-menerus untuk menutupi ketidakmampuan kita dalam berinovasi. Jangan sampai di masa depan, anak cucu kita tidak lagi mewarisi jembatan atau universitas yang hebat, melainkan hanya mewarisi tumpukan utang luar negeri yang kita buat hari ini hanya agar kita bisa berkendara sedikit lebih murah. Sudah saatnya kita berhenti bersikap naif dan mulai bersikap realistis bahwa bensin murah adalah candu yang pelan-pelan membunuh masa depan fiskal bangsa ini.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Rif’atu Darojah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

    Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo.com
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Nulondalo.com-Makassar. Suasana Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahun ini terasa berbeda. Meski tidak semua kader hadir secara fisik dalam perayaan, semangat kebersamaan tetap bergema di ruang-ruang digital. Status WhatsApp, unggahan Instagram, hingga cuitan di Twitter menjadi tanda bahwa kader HMI di seluruh penjuru tanah air ikut menyemarakkan momentum bersejarah ini. Kebanggaan sebagai kader tampak nyata. […]

  • DPR Tetapkan Lima Calon Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua

    DPR Tetapkan Lima Calon Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menetapkan lima calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang sebelumnya dilakukan oleh Komisi XI DPR RI terhadap […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Peristiwa itu menjadi bagian paling dikenal dari kisahnya. Di hadapan para sahabat, Nabi SAW bersabda, “Ia bagian dariku dan aku bagian darinya.” Tidak banyak yang tercatat tentang kehidupan Julaybib selain peristiwa ini. Ia bukan tokoh besar dalam sejarah, bukan pemimpin kabilah, dan bukan perawi hadis yang banyak meriwayatkan ilmu. Namun satu pernyataan Nabi SAW sudah […]

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

  • OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Permudah Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

    OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Permudah Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, menyebut penguatan akses terhadap teknologi, informasi, dan layanan keuangan akan meningkatkan kapasitas peternak untuk berinvestasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyambut baik program tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan digitalisasi sektor sapi perah menjadi langkah […]

  • Inilah Komoditas Gorontalo yang Diekspor Melalui Daerah Lain

    Inilah Komoditas Gorontalo yang Diekspor Melalui Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Ada yang menarik dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo terkait ekspor sejumlah komoditas asal daerah ini. Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo menyebut sebagian komoditas yang berasal dari Provinsi Gorontalo diekspor melalui pelabuhan/bandara di provinsi lain. Komoditas tersebut adalah kelompok komoditas Ikan dan Udang/Kepiting (HS 03) senilai US$58.762 diekspor melalui Bandara […]

expand_less