Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

  • account_circle Rif’atu Darojah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kritik tajam harus dikeluarkan pada ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan transformasi energi yang nyata. Kita selalu bicara soal kemandirian energi dan transisi ke energi hijau di setiap pidato kenegaraan, namun saat harga minyak dunia naik, kita langsung kelimpungan seperti kebakaran. Ini membuktikan bahwa janji-janji transisi energi itu hanyalah gimmick politik tanpa eksekusi yang serius. Jika sejak sepuluh tahun lalu kita serius membangun infrastruktur transportasi publik berbasis listrik atau memperbaiki sistem logistik nasional, kita tidak akan pernah sesandera ini oleh harga minyak global. Pemerintah terjebak dalam siklus populis mereka takut kehilangan popularitas jika menaikkan harga BBM, sehingga lebih memilih mengorbankan kesehatan APBN. Mereka slalu menggap APBN boleh digunakan dalam segala kondisi.

Bagi saya, sangat ironis ketika kita melihat defisit anggaran membengkak demi memberi napas pada kendaraan bermotor, sementara di sisi lain, anggaran untuk riset, pendidikan, dan kesehatan harus mengalah karena uangnya sudah habis untuk membayar selisih harga bensin. Ini adalah bentuk kegagalan skala prioritas yang fatal. Kita sedang mensubsidi polusi, kemacetan, dan ketergantungan pada asing, sambil mengabaikan investasi pada manusia. Jika terus begini, APBN 2026 hanya akan dikenang sebagai catatan keuangan di mana negara lebih peduli pada kenyamanan pengguna mobil daripada ketahanan ekonomi jangka panjang.

Sebagai penutup, opini saya tegas yakni, Berhentilah memanjakan masyarakat dengan harga bensin yang tidak masuk akal secara ekonomi. Pemerintah harus berani mengambil langkah pahit meskipun tidak populer dengan mencabut subsidi secara bertahap dan mengalihkannya secara langsung (Bantuan Sosial) kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada semua orang yang punya pelat nomor hitam.

APBN adalah uang rakyat, bukan dompet tanpa dasar yang bisa dikuras terus-menerus untuk menutupi ketidakmampuan kita dalam berinovasi. Jangan sampai di masa depan, anak cucu kita tidak lagi mewarisi jembatan atau universitas yang hebat, melainkan hanya mewarisi tumpukan utang luar negeri yang kita buat hari ini hanya agar kita bisa berkendara sedikit lebih murah. Sudah saatnya kita berhenti bersikap naif dan mulai bersikap realistis bahwa bensin murah adalah candu yang pelan-pelan membunuh masa depan fiskal bangsa ini.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Rif’atu Darojah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ustadz “Tuhan Kecil”?

    Ustadz “Tuhan Kecil”?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Jika ada pertanyaan sebagaimana judul tulisan ini, maka jawabanya bukan. Ustadz bukan “Tuhan Kecil”. Tuhan yang sesungguhnya adalah dzat Yang Maha Besar dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya. Kemahabesaran Tuhan ini dibarengi dengan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas termasuk kekuasaan untuk “menghukumi” segala sesuatu. Namun harus dipahami bahwa penghukuman Tuhan kepada segala sesuatu yang termaktub dalam […]

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • Akuntansi Langit

    Akuntansi Langit

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Humor ala pesantren mengajarkan keseimbangan. Seorang kiai pernah berkata, “Kalau mau kaya, perbanyak sedekah. Itu logika langit.” Secara akuntansi dunia, ini tampak tidak rasional: aset berkurang kok disebut kaya? Tetapi dalam akuntansi langit, setiap pengurangan harta yang ikhlas justru meningkatkan ekuitas akhirat. Maka jangan heran jika neraca orang dermawan terlihat “rugi” di dunia tetapi surplus […]

  • Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Arrang Batara menyoroti aspek historis perbedaan Sunni dan Syiah, termasuk Peristiwa Ghadir Khumm dan Saqifah Bani Sa’idah yang menjadi rujukan penting dalam memahami perbedaan kepemimpinan pasca Nabi Muhammad. Ia menjelaskan bahwa perbedaan tafsir kata maula dalam hadis Ghadir Khumm menjadi salah satu titik lahirnya perbedaan pandangan antara kedua mazhab. Arrang juga memaparkan sejarah perkembangan mazhab […]

  • Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan kesiapan program Ramah Pemudik dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi “Ketupat-2026” di Hotel Harper Makassar, Kamis 5 Maret 2026. Rakor tersebut dibuka Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan dihadiri unsur Forkopimda, Pangdam XIV Hasanuddin, serta pejabat lintas instansi. Dalam […]

  • Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar baik datang dari Kementerian Agama. Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah mulai dicairkan secara bertahap pada pekan ini. Pencairan tersebut dilakukan seiring percepatan penerbitan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) bagi guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan percepatan penerbitan SKAKPT terus […]

expand_less