Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

  • account_circle Rif’atu Darojah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kritik tajam harus dikeluarkan pada ketidakmampuan pemerintah dalam melakukan transformasi energi yang nyata. Kita selalu bicara soal kemandirian energi dan transisi ke energi hijau di setiap pidato kenegaraan, namun saat harga minyak dunia naik, kita langsung kelimpungan seperti kebakaran. Ini membuktikan bahwa janji-janji transisi energi itu hanyalah gimmick politik tanpa eksekusi yang serius. Jika sejak sepuluh tahun lalu kita serius membangun infrastruktur transportasi publik berbasis listrik atau memperbaiki sistem logistik nasional, kita tidak akan pernah sesandera ini oleh harga minyak global. Pemerintah terjebak dalam siklus populis mereka takut kehilangan popularitas jika menaikkan harga BBM, sehingga lebih memilih mengorbankan kesehatan APBN. Mereka slalu menggap APBN boleh digunakan dalam segala kondisi.

Bagi saya, sangat ironis ketika kita melihat defisit anggaran membengkak demi memberi napas pada kendaraan bermotor, sementara di sisi lain, anggaran untuk riset, pendidikan, dan kesehatan harus mengalah karena uangnya sudah habis untuk membayar selisih harga bensin. Ini adalah bentuk kegagalan skala prioritas yang fatal. Kita sedang mensubsidi polusi, kemacetan, dan ketergantungan pada asing, sambil mengabaikan investasi pada manusia. Jika terus begini, APBN 2026 hanya akan dikenang sebagai catatan keuangan di mana negara lebih peduli pada kenyamanan pengguna mobil daripada ketahanan ekonomi jangka panjang.

Sebagai penutup, opini saya tegas yakni, Berhentilah memanjakan masyarakat dengan harga bensin yang tidak masuk akal secara ekonomi. Pemerintah harus berani mengambil langkah pahit meskipun tidak populer dengan mencabut subsidi secara bertahap dan mengalihkannya secara langsung (Bantuan Sosial) kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada semua orang yang punya pelat nomor hitam.

APBN adalah uang rakyat, bukan dompet tanpa dasar yang bisa dikuras terus-menerus untuk menutupi ketidakmampuan kita dalam berinovasi. Jangan sampai di masa depan, anak cucu kita tidak lagi mewarisi jembatan atau universitas yang hebat, melainkan hanya mewarisi tumpukan utang luar negeri yang kita buat hari ini hanya agar kita bisa berkendara sedikit lebih murah. Sudah saatnya kita berhenti bersikap naif dan mulai bersikap realistis bahwa bensin murah adalah candu yang pelan-pelan membunuh masa depan fiskal bangsa ini.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Rif’atu Darojah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasal Larangan Komunisme dan Marxisme dalam KUHP Baru Tuai Perhatian

    Pasal Larangan Komunisme dan Marxisme dalam KUHP Baru Tuai Perhatian

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketentuan mengenai larangan ajaran Komunisme dan Marxisme dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali menjadi perhatian publik. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 188 KUHP, yang melarang setiap orang mengajarkan, menyebarkan, serta mengembangkan ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme dalam bentuk apa pun. Dalam pasal tersebut, pelanggaran terhadap ketentuan dimaksud dapat dikenai ancaman pidana […]

  • Di Balik WTP: Ketika Akuntabilitas Berhenti Di Kertas

    Di Balik WTP: Ketika Akuntabilitas Berhenti Di Kertas

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Khoirul Umam Mubarok
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Pisau bedah yang paling tepat untuk menguji klaim “belanja berkualitas” adalah prinsip value for money dengan tiga dimensinya. Pertama, ekonomi — apakah input diperoleh dengan harga wajar? Isu pembengkakan anggaran proyek pemerintah yang terus berulang di pemberitaan media menjadi tanda tanya serius di sini. Kedua, efisiensi — apakah output yang dihasilkan sepadan dengan sumber daya […]

  • Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi isu yang sangat krusial untuk didiskusikan, apalagi peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi program unggulan Gubernur Provinsi Gorontalo dengan dalih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan provinsi Gorontalo, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang akan dilakukan melalui program pemberian beasiswa terhadap putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar […]

  • Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Salarang, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Hal itu terlihat dalam kegiatan pengecoran pembangunan Masjid Nurul Akhlak yang dilaksanakan secara swadaya oleh warga setempat. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi pembangunan masjid. Dengan penuh antusias, mereka bahu-membahu […]

  • Adhan Mulai Silaturahmi Maraton, Warga Diajak Pahami Program Pemerintah

    Adhan Mulai Silaturahmi Maraton, Warga Diajak Pahami Program Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Adhan juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah. “Rakyat juga punya tanggung jawab. Meski ada efisiensi anggaran, kalau masyarakat punya semangat dan keseriusan membangun Kota Gorontalo, Insyaallah semua bisa kita capai bersama,” tegasnya. Selain membahas program pembangunan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan […]

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang kritik publik terhadap penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya, seorang suami korban penjambretan, akhirnya berujung pada keputusan tegas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penetapan status tersangka terhadap Hogi Minaya, yang justru diproses hukum setelah berusaha […]

expand_less