Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

  • account_circle Rif’atu Darojah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat. Mengandalkan selisih USD 7 untuk menenangkan publik itu seperti orang yang merasa kaya karena punya sisa uang belanja kemarin, padahal di depan mata ada tagihan besar yang siap datang. Ini menunjukkan pemerintah lebih memilih fokus pada ketenangan jangka pendek daripada jujur bahwa ketergantungan kita pada impor (1 juta barel/hari) adalah kelemahan fatal yang sewaktu-waktu bisa menjebol APBN kalau harga minyak dunia benar-benar menyentuh angka 100 atau lebih.

Sementara itu, dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari. Dan dunia tidak bekerja sesuai keinginan para pejabat di Jakarta. Geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas serta gangguan rantai pasok global telah meledakkan harga minyak dunia hingga menembus angka psikologis USD 100 per barel. Di sinilah masalah intinya muncul Jurang defisit yang menganga.

Ketika harga pasar jauh melampaui harga asumsi, muncul selisih harga yang sangat besar. Pemerintah dihadapkan pada pilihan: menaikkan harga BBM di SPBU yang berisiko memicu demonstrasi masa dan inflasi gila-gilaan, atau tetap menahan harga dengan konsekuensi menyuntikkan subsidi tambahan hingga ratusan triliun rupiah ke dalam APBN. Pilihan kedua yang diambil saat ini terlihat mulia, namun sebenarnya adalah bom waktu yang bisa menimbulkan rentetan masalah nasional.

Sekarang, mari saya coba berbicara jujur dan sedikit menusuk. Secara logika, kebijakan mempertahankan harga subsidi BBM adalah kebijakan yang pengecut dan malas. Mengapa? Karena pemerintah seolah-olah tampil sebagai pahlawan yang melindungi daya beli rakyat, padahal kenyataannya mereka sedang memindahkan beban tersebut ke masa depan melalui utang. Opini saya pribadi Subsidi BBM saat ini tidak lebih dari sekadar pembakaran uang massal di atas aspal. Kita sering berteriak soal keadilan sosial, namun faktanya, sebagian besar dari ratusan triliun subsidi itu justru disedot oleh mobil-mobil pribadi milik kelas menengah ke atas yang sebenarnya mampu membeli bensin harga pasar. Ini bukan subsidi untuk rakyat miskin ini adalah subsidi untuk gaya hidup konsumtif yang tidak tepat sasaran.

  • Penulis: Rif’atu Darojah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adjustment Langit

    Adjustment Langit

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Itulah sebabnya banyak orang yang di luar Ramadhan shalatnya kadang seperti laporan keuangan perusahaan kecil: ada, tapi jarang diaudit. Begitu masuk Ramadhan, tiba-tiba masjid penuh. Bahkan shaf yang biasanya longgar mendadak padat seperti antrean audit pajak. Seorang kiai NU pernah bercanda, “Ramadhan itu bulan di mana umat Islam mendadak jadi rajin seperti mahasiswa yang skripsinya […]

  • KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo, KH. Abd Rasyid Kamaru mengatakan bahwa Provinsi Gorontalo dibangun dengan dasar Pancasila. Hal tersebut disampaikan dalam ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Gorontalo, Sabtu (29/6/2019). Dalam acara dialog yang di hadiri ratusan peserta dari berbagai lintas organisasi […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Berhasil Catatkan Akreditasi Unggul

    Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Berhasil Catatkan Akreditasi Unggul

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    GORONTALO – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UNG berhasil mencatatkan pencapaian gemilang, dengan memperoleh status akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kesehatan (LAM-PTKes). Pencapaian ini diperoleh setelah melalui serangkaian proses penilaian yang ketat dan komprehensif yang dilakukan beberapa waktu lalu. Berdasarkan penilaian LAM-PTKes, prodi magister kesehatan masyarakat layak menyandang status akreditasi prodi unggul dengan nilai […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

expand_less