Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

  • account_circle Rif’atu Darojah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 397
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat. Mengandalkan selisih USD 7 untuk menenangkan publik itu seperti orang yang merasa kaya karena punya sisa uang belanja kemarin, padahal di depan mata ada tagihan besar yang siap datang. Ini menunjukkan pemerintah lebih memilih fokus pada ketenangan jangka pendek daripada jujur bahwa ketergantungan kita pada impor (1 juta barel/hari) adalah kelemahan fatal yang sewaktu-waktu bisa menjebol APBN kalau harga minyak dunia benar-benar menyentuh angka 100 atau lebih.

Sementara itu, dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari. Dan dunia tidak bekerja sesuai keinginan para pejabat di Jakarta. Geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas serta gangguan rantai pasok global telah meledakkan harga minyak dunia hingga menembus angka psikologis USD 100 per barel. Di sinilah masalah intinya muncul Jurang defisit yang menganga.

Ketika harga pasar jauh melampaui harga asumsi, muncul selisih harga yang sangat besar. Pemerintah dihadapkan pada pilihan: menaikkan harga BBM di SPBU yang berisiko memicu demonstrasi masa dan inflasi gila-gilaan, atau tetap menahan harga dengan konsekuensi menyuntikkan subsidi tambahan hingga ratusan triliun rupiah ke dalam APBN. Pilihan kedua yang diambil saat ini terlihat mulia, namun sebenarnya adalah bom waktu yang bisa menimbulkan rentetan masalah nasional.

Sekarang, mari saya coba berbicara jujur dan sedikit menusuk. Secara logika, kebijakan mempertahankan harga subsidi BBM adalah kebijakan yang pengecut dan malas. Mengapa? Karena pemerintah seolah-olah tampil sebagai pahlawan yang melindungi daya beli rakyat, padahal kenyataannya mereka sedang memindahkan beban tersebut ke masa depan melalui utang. Opini saya pribadi Subsidi BBM saat ini tidak lebih dari sekadar pembakaran uang massal di atas aspal. Kita sering berteriak soal keadilan sosial, namun faktanya, sebagian besar dari ratusan triliun subsidi itu justru disedot oleh mobil-mobil pribadi milik kelas menengah ke atas yang sebenarnya mampu membeli bensin harga pasar. Ini bukan subsidi untuk rakyat miskin ini adalah subsidi untuk gaya hidup konsumtif yang tidak tepat sasaran.

  • Penulis: Rif’atu Darojah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    “Panggilan haji Telah tiba lagi Menunaikan ibadah Panggilan Baitullah Tanah Suci Makkah Ya Makkatul Mukarramah” Lagu “Panggilan Haji”, dari grup Kasidah ‘Nasida Ria’ mengalun lembut dari pita kaset radio yang sudah terlihat kucar-kacir tersebut. Jangan heran, di tempat lain, kasidah bolehlah ditelan waktu, digilas masa dan ditinggalkan zaman, tetapi di kampungku, kasidahan, apalagi punya Nasida […]

  • Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering kali terlambat dipikirkan, yaitu: kapan sebenarnya kita harus mulai merencanakan kuliah anak? Sebagian besar keluarga baru mulai memikirkan jurusan, universitas, hingga biaya pendidikan ketika anak sudah duduk di bangku SMA. Padahal, pada fase tersebut waktu untuk mempersiapkan semuanya […]

  • GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar menggelar rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Perspektif Demokrasi Gen Z di Era Disrupsi”. Pertemuan berlangsung di Kampung Buku Inninnawa, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, dan dihadiri sejumlah para penggerak inti Gusdurian, Senin, 26 Januari 2026 Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai kebutuhan teknis yang akan digunakan dalam pelaksanaan […]

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang kritik publik terhadap penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya, seorang suami korban penjambretan, akhirnya berujung pada keputusan tegas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penetapan status tersangka terhadap Hogi Minaya, yang justru diproses hukum setelah berusaha […]

  • Kenakalan Remaja, Pembusuran, Dan Kegagalan Sosial Mendidik Manusia

    Kenakalan Remaja, Pembusuran, Dan Kegagalan Sosial Mendidik Manusia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Afsar (Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan HPPMI Komisariat Pelajar) Maraknya aksi kenakalan remaja seperti tawuran, pembusuran, dan kekerasan jalanan kembali menyita perhatian publik. Fenomena ini kerap dipahami secara dangkal sebagai kemerosotan moral generasi muda. Remaja dijadikan kambing hitam tunggal, sementara masyarakat dan negara tampil sebagai hakim yang merasa paling benar. Padahal, dalam perspektif […]

  • Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — SMP PGRI 2 Maros menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (15/12/2025) pagi. Belasan perangkat Chromebook milik sekolah raib digondol pelaku, dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Guru PJOK SMP PGRI 2 Maros, Suhardi, mengungkapkan sebanyak 15 unit Chromebook dan satu unit speaker hilang dari ruang kantor sekolah. Aksi pencurian itu […]

expand_less