Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

  • account_circle Rif’atu Darojah
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat. Mengandalkan selisih USD 7 untuk menenangkan publik itu seperti orang yang merasa kaya karena punya sisa uang belanja kemarin, padahal di depan mata ada tagihan besar yang siap datang. Ini menunjukkan pemerintah lebih memilih fokus pada ketenangan jangka pendek daripada jujur bahwa ketergantungan kita pada impor (1 juta barel/hari) adalah kelemahan fatal yang sewaktu-waktu bisa menjebol APBN kalau harga minyak dunia benar-benar menyentuh angka 100 atau lebih.

Sementara itu, dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari. Dan dunia tidak bekerja sesuai keinginan para pejabat di Jakarta. Geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas serta gangguan rantai pasok global telah meledakkan harga minyak dunia hingga menembus angka psikologis USD 100 per barel. Di sinilah masalah intinya muncul Jurang defisit yang menganga.

Ketika harga pasar jauh melampaui harga asumsi, muncul selisih harga yang sangat besar. Pemerintah dihadapkan pada pilihan: menaikkan harga BBM di SPBU yang berisiko memicu demonstrasi masa dan inflasi gila-gilaan, atau tetap menahan harga dengan konsekuensi menyuntikkan subsidi tambahan hingga ratusan triliun rupiah ke dalam APBN. Pilihan kedua yang diambil saat ini terlihat mulia, namun sebenarnya adalah bom waktu yang bisa menimbulkan rentetan masalah nasional.

Sekarang, mari saya coba berbicara jujur dan sedikit menusuk. Secara logika, kebijakan mempertahankan harga subsidi BBM adalah kebijakan yang pengecut dan malas. Mengapa? Karena pemerintah seolah-olah tampil sebagai pahlawan yang melindungi daya beli rakyat, padahal kenyataannya mereka sedang memindahkan beban tersebut ke masa depan melalui utang. Opini saya pribadi Subsidi BBM saat ini tidak lebih dari sekadar pembakaran uang massal di atas aspal. Kita sering berteriak soal keadilan sosial, namun faktanya, sebagian besar dari ratusan triliun subsidi itu justru disedot oleh mobil-mobil pribadi milik kelas menengah ke atas yang sebenarnya mampu membeli bensin harga pasar. Ini bukan subsidi untuk rakyat miskin ini adalah subsidi untuk gaya hidup konsumtif yang tidak tepat sasaran.

  • Penulis: Rif’atu Darojah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sikap tersebut kemudian mendapat tanggapan keras dari Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka. Koordinator Lapangan AGMM, Dimas Bobihu, menegaskan bahwa persoalan distribusi BBM subsidi tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka kerugian yang ditanggung masyarakat sangat besar dan berpotensi berlangsung dalam waktu yang lama. “Kami menolak keras jika persoalan ini hanya […]

  • Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Pagi itu, langit di atas Bandara Soekarno-Hatta cerah tak biasa. Terminal 2F yang biasanya menjadi tempat pertemuan pesawat dan penumpang, hari itu menjelma menjadi panggung sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah—simbol transformasi besar pelayanan ibadah di Indonesia, lengkap dengan sistem fast track imigrasi Arab Saudi. Namun, di balik kemegahan acara […]

  • Awan yang tak Kunjung Hujan

    Awan yang tak Kunjung Hujan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hakiki
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Di surgaloka yang selalu cerah, Raqib dan Atid sudah lama bosan. “Sudah berabad-abad kita mencatat amal manusia,” kata Raqib sambil mengusap jenggotnya yang putih. “Tapi akhir-akhir ini… awan di bawah sana makin tebal. Aneh, tidak juga hujan.” Atid mengangguk. Matanya yang tajam menembus lapisan awan tebal yang menyelimuti Jakarta. “Kita turun saja. Lihat sendiri. Siapa […]

  • Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Dari hasil pemeriksaan awal, peran Patrisius tidak bisa dianggap remeh. Ia bukan sekadar kurir biasa, melainkan bagian dari jalur distribusi strategis yang sudah beroperasi sejak 2024 hingga 2025. Pengakuannya membuka tabir modus licin yang digunakan jaringan Ko Erwin. Dalam salah satu aksinya pada November 2025, Patrisius mengambil sabu seberat sekitar 1 kilogram di sebuah hotel […]

  • Kemenkes Tegaskan RS Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

    Kemenkes Tegaskan RS Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menegaskan bahwa rumah sakit dilarang menolak pasien yang status kepesertaan BPJS Kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinonaktifkan sementara, sepanjang pasien tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis. Penegasan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/D/539/2026 yang diterbitkan Kemenkes sebagai langkah memastikan persoalan administratif tidak berdampak pada […]

  • Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Di Gorontalo, ada sebuah tradisi yang sarat dengan nilai adat dan spiritualitas Islam, yakni tumbilotohe. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan dikenal sebagai malam pemasangan lampu oleh masyarakat di berbagai sudut kota dan desa. Konon, tradisi tumbilotohe telah ada sejak abad […]

expand_less