Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

  • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 687
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya kira, pertanyaan ini justru menunjukkan pemahaman yang terlalu simplistik terhadap integrasi epistemologis. Berkaca pada paradigma integrasi-interkoneksi misalnya, jembatan yang dimaksud disini bukanlah ruang di mana perbedaan dihilangkan, apalagi sampai semua hal harus “saling peluk dan jabat tangan.” Jembatan disini sebagai metafora adanya ruang dialog kritis di mana berbagai perspektif keilmuan saling berinteraksi, saling mengkritik, dan kemudian diharapkan dalam prosesnya menghasilkan pemahaman yang lebih utuh.

Tidak menutup kemungkinan bakal ada yang “bakuhantam” di tengah dialog, kalaupun terjadi, itu justru bukan masalah. Justru dari “pergulatan, pergumulan, bahkan pertempuran” intelektual semacam itulah ilmu pengetahuan jadi kian berkembang. Ini yang saya pahami dari paradigma Kuhn bahwa dengan perkembangan sains melalui anomali dan krisis, yang kemudian oleh Amin Abdullah disebut ketegangan produktif dalam paradigma integrasi-interkoneksi.

Kritik Tarmizi berlanjut dengan memberikan contoh fiqh lingkungan dan ekoteologi, lalu mengkritik bahwa organisasi keagamaan juga memegang konsesi tambang yang merusak lingkungan. Ia bertanya: “Di titik ini, bukankah yang terjadi adalah keselarasan semu?” Saya harus mengakui kalau kritik ini valid dalam tataran praktik. Sampai disitu. Kritik ini menjadi keliru ketika dijadikan sebagai landasaan argumentasi untuk menolak kemungkinan dialog teoretis dalam paradigma Mahkota Ilmu.

Adanya inkonsistensi praktik dengan teori, tidak lantas membatalkan sebuah paradigma integratif. Jika logika ini diikuti, berapa banyak paradigma atau konsep yang harus ditolak karena inkonsistensi dalam praktik? Haruskah kita menolak demokrasi karena banyak negara dengan sistem ini yang tidak demokratis? Banyaknya manusia berperilaku tidak etis, sebagai contoh Trump yang menangkap Presiden Venezuela, tidak berarti kita harus menghilangkan konsep etika.

  • Penulis: Donald Qomaidiasyah Tungkagi
  • Editor: Donald Qomaidiasyah Tungkagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alasan Nonjob 95 ASN di Sulbar Diungkap Badan Kepegawaian Negara, Layanan Kepegawaian Diblokir

    Alasan Nonjob 95 ASN di Sulbar Diungkap Badan Kepegawaian Negara, Layanan Kepegawaian Diblokir

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Penataan tersebut di antaranya dengan mengangkat kembali pejabat yang dinonaktifkan ke jabatan semula atau jabatan lain yang setara, serta mengajukan permohonan rekomendasi kepada BKN sesuai prosedur yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan tata kelola manajemen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjadi lebih tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Pengawasan dan penegakan NSPK ini […]

  • Limbah Medis Harus Dikelola Secara Aman Sesuai UU

    Limbah Medis Harus Dikelola Secara Aman Sesuai UU

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa memberikan sambutan dalam Pertemuan Evaluasi Pengelolaan/Pelaporan Limbah Medis dan Sosialisasi Medical Waste In SMILE (ME SMILE) atau Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik yang diselenggarakan secara daring, Rabu (02/07/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan dan pelaporan limbah medis serta mensosialisasikan aplikasi ME SMILE. Dalam sambutannya, […]

  • Kewarganegaraan Qur’an : Sebuah Prediksi Global

    Kewarganegaraan Qur’an : Sebuah Prediksi Global

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Namun, perlu diingat bahwa kewarganegaraan qur’an di sini  bukanlah sebuah proyek kegenitan Islamisasi layaknya mimpi Al-Attas hingga Al-Faruqi, melainkan suatu  proses objektivikasi yang mensintesiskan berbagai macam produk teologi juga epistemologi. Oleh sebab itu, kita perlu membebaskan ulang Al-Qur’an dari penjara rahmatan lil muslimin agar ia betul-betul keluar menjadi rahmatan lil alamin. Jika Tuhan lebih besar […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 278
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

  • (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.” Korupsi pejabat publik […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

expand_less