Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 401
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap peringatan Hari Buruh, perhatian publik hampir selalu bergerak ke kawasan industri, jalanan yang dipenuhi massa aksi, tuntutan kenaikan upah, jaminan kerja, dan penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak. Gambaran itu tentu penting, sebab sejarah Hari Buruh memang lahir dari pergulatan panjang kelas pekerja menghadapi ketidakadilan dalam dunia produksi. Namun ada satu ruang yang jarang masuk dalam radar pembicaraan: kampus.

Kampus sering dipersepsikan sebagai ruang terhormat, tempat ilmu pengetahuan dirawat, nalar diasah, dan masa depan dibentuk. Ia dibayangkan sebagai lingkungan yang relatif aman dari problem ketenagakerjaan. Orang-orang yang bekerja di dalamnya dianggap bagian dari kelas menengah terdidik yang mapan, memiliki status sosial, dan jauh dari kerentanan ekonomi. Gambaran itu mungkin pernah benar pada masa tertentu, tetapi semakin hari semakin sulit dipertahankan.

Di balik gedung megah, ruang seminar berpendingin udara, dan jargon akademik yang terdengar luhur, tumbuh lapisan pekerja yang hidup dalam ketidakpastian. Mereka adalah dosen honorer, dosen kontrak, peneliti berbasis proyek, tenaga administrasi dengan status outsourcing, tutor paruh waktu, asisten akademik, operator data, editor jurnal, hingga berbagai pekerja penunjang yang memastikan mesin kampus tetap berjalan. Mereka bekerja di pusat produksi pengetahuan, tetapi nasib kerjanya sering rapuh. Inilah wajah akademisi prekariat.

Istilah prekariat digunakan untuk menjelaskan kelompok pekerja yang hidup dalam situasi serba tidak pasti: kontrak jangka pendek, penghasilan yang tidak stabil, minim perlindungan sosial, dan masa depan yang sulit direncanakan. Dalam banyak kasus, pekerja model ini memikul tanggung jawab besar, tetapi tidak memperoleh kepastian yang sebanding. Mereka diminta loyal tanpa jaminan. Dituntut profesional tanpa perlindungan. Didorong produktif tanpa fondasi kesejahteraan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan

    Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 508
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Komunitas Molalahu Mulolo yang digagas oleh mantan aktivis tahun 2000 menggelar pertemuan bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda di Aula Kantor Desa Molalahu, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan yang dihadiri sekitar 30 tokoh dari empat desa, yakni Molalahu, Molamahu, Toyidito, dan Ayumolingo, ini menjadi ruang konsolidasi bersama […]

  • Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

    Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menghabiskan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). “Direncanakan begitu (tahun baru ke Sumatra),” ujar Prasetyo Hadi, […]

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

  • Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas photo_camera 3

    Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Parepare — Upaya pengurangan sampah plastik di kawasan permukiman mendapat angin segar melalui kegiatan inovatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin. Bertempat di Kelurahan Bukit Indah, para mahasiswa menggelar pelatihan pembuatan ecobrick yang dipandu oleh Muh Zulfahmi Malik selaku penanggung jawab program kerja. Kegiatan yang berlangsung penuh partisipasi ini […]

  • Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle M. Ja'far Ali Reza
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Setiap tahun, laporan keuangan pemerintah disajikan dengan rapi. Angka-angka tersusun sistematis, realisasi anggaran tercatat dengan detail, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dari sudut pandang administratif, ini adalah gambaran ideal dari tata kelola keuangan negara yang tertib dan profesional. Tidak sedikit yang menjadikan capaian ini sebagai bukti bahwa sistem […]

  • Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan

    Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 490
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026–2031. Pengumuman tersebut berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Pengumuman dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta […]

expand_less