Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 133
- print Cetak

Mohamad Syafi’ Alielha (Savic Ali), Ketua PBNU, bersama Mugiyanto, Wakil Menteri HAM, mengecam keras serangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus dan menekankan pentingnya perlindungan bagi aktivis HAM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Savic menilai serangan ini sebagai indikasi kebangkitan kembali premanisme politik yang pernah mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan dari seluruh masyarakat, terutama tokoh-tokoh publik. “Oleh karena itu, semua warga, khususnya tokoh-tokoh masyarakat, mesti sadar, bangun, dan waspada terhadap gejala ini,” tegasnya.
Selain itu, Savic menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan keamanan warganya, khususnya para aktivis demokrasi dan kemanusiaan. “(Mereka) memang kerap mendapat teror dan intimidasi dari pihak-pihak yang terganggu oleh kritik mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengecam keras tindakan kekerasan terhadap Andrie Yunus. Ia menilai penyiraman air keras merupakan ancaman serius terhadap kebebasan warga negara dalam menyuarakan kritik dan memperjuangkan hak asasi manusia. Menurutnya, kasus ini menunjukkan bahwa aktivis yang vokal dalam membela HAM dan demokrasi masih menghadapi risiko tinggi dari pihak yang merasa terganggu oleh kritik mereka.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar