Breaking News
light_mode
Trending Tags

Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

  • account_circle Rahma Diva Febryana
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 104
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga nyata di lapangan. Program bantuan pendidikan seperti KIP-Kuliah berpotensi berkurang, akses pendidikan bagi kelompok rentan semakin terbatas, dan kemungkinan kenaikan biaya kuliah meningkat. Di sektor kesehatan, pemangkasan anggaran dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan dasar. Dalam jangka panjang, pengurangan investasi pada sektor-sektor ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi karena hilangnya efek pengganda yang biasanya dihasilkan dari investasi pendidikan dan kesehatan.

Lebih jauh lagi, persoalan ini berkaitan dengan tata kelola demokrasi. Secara formal, APBN disusun oleh pemerintah bersama DPR. Namun dalam praktiknya, proses ini sering kali didominasi oleh kepentingan elite politik dan agenda jangka pendek. Contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan anggaran besar dan diduga menjadi salah satu pendorong kebijakan efisiensi di sektor lain.

Program MBG memiliki tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, ketika pembiayaannya dilakukan dengan memangkas sektor pendidikan dan kesehatan, muncul pertanyaan mengenai keseimbangan prioritas. Pilihan ini menunjukkan kecenderungan pada program yang berdampak cepat secara politis, dibandingkan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak langsung terlihat. Hal ini mengindikasikan adanya bias dalam penentuan kebijakan anggaran.

Selain itu, kebijakan efisiensi juga menimbulkan dampak ekonomi lanjutan. Pembatasan perjalanan dinas, misalnya, berdampak pada sektor perhotelan, transportasi, dan jasa lainnya yang selama ini bergantung pada aktivitas pemerintah. Jika dilakukan secara berlebihan, kebijakan ini berpotensi menimbulkan efek domino seperti penurunan pendapatan hingga meningkatnya pengangguran. Artinya, efisiensi tidak selalu menghasilkan dampak positif jika tidak dirancang secara komprehensif.

Memang, kondisi fiskal Indonesia saat ini menuntut langkah konsolidasi. Defisit anggaran dan beban utang yang meningkat membuat efisiensi menjadi kebutuhan. Namun, konsolidasi fiskal tidak seharusnya hanya mengandalkan pemotongan belanja. Pemerintah juga perlu memperkuat sisi penerimaan melalui reformasi perpajakan, perluasan basis pajak, dan penegakan hukum terhadap praktik penghindaran pajak. Tanpa upaya ini, efisiensi hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Respons masyarakat terhadap kebijakan ini juga menunjukkan adanya ketidakpuasan. Berbagai kritik muncul yang menuntut transparansi dan keadilan dalam penentuan prioritas anggaran. Masyarakat mempertanyakan dasar kebijakan yang menjadikan sektor tertentu sebagai kurang penting dibandingkan yang lain. Hal ini menegaskan pentingnya keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan publik.

  • Penulis: Rahma Diva Febryana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK

    Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo menggelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Senin (20/10/2025), di Hotel Grand Q Kota Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini diikuti oleh para Kepala SMK se-Provinsi Gorontalo serta melibatkan OPD teknis terkait, […]

  • PMD Maros Ungkap Penyebab Dua Desa Belum Serap ADD 100 Persen

    PMD Maros Ungkap Penyebab Dua Desa Belum Serap ADD 100 Persen

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Serapan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Maros tahun anggaran 2025 hampir mencapai target maksimal. Namun demikian, masih terdapat dua desa yang belum mampu menyerap ADD secara penuh, yakni Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, dan Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Maros, Idrus, mengungkapkan belum maksimalnya serapan […]

  • Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hilangnya tiga jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS akibat insiden tembakan ramah (friendly fire) dari sistem pertahanan udara Kuwait dalam operasi militer terbaru di Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi dalam rangkaian misi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury, yakni operasi pendukung Israel dalam eskalasi konflik melawan […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang keadilan dan tanggung jawab. Bagaimana mungkin sebuah kemitraan berjalan timpang, di mana satu pihak terus bergerak maju sementara pihak lainnya tertinggal tanpa kepastian? Pertanyaan ini bukan hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk dijawab secara terbuka. Sejak awal berdirinya Koperasi Karya Inovasi Bersama (KIB), kami berkomitmen untuk menjadi jembatan antara […]

  • Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 346
    • 0Komentar

      Cecep menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan astronomi (hisab), pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 07 menit 52 detik. Sementara itu, elongasi hilal berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat […]

  • Ketua IKPM-HT Yogyakarta Desak PDI-P Evaluasi Shanty Alda Terkait Konflik Tambang

    Ketua IKPM-HT Yogyakarta Desak PDI-P Evaluasi Shanty Alda Terkait Konflik Tambang

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 475
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta secara resmi menyuarakan mosi tidak percaya terhadap Shanty Alda Nathalia, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Mahasiswa mendesak DPP PDI-P segera mengevaluasi posisi Shanty yang diduga terjebak dalam pusaran konflik kepentingan bisnis pertambangan di Maluku Utara. Dalam pernyataan sikapnya, IKPM-HT Yogyakarta menyoroti beberapa kejanggalan yang […]

expand_less