Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

  • account_circle Rahma Diva Febryana
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga nyata di lapangan. Program bantuan pendidikan seperti KIP-Kuliah berpotensi berkurang, akses pendidikan bagi kelompok rentan semakin terbatas, dan kemungkinan kenaikan biaya kuliah meningkat. Di sektor kesehatan, pemangkasan anggaran dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan dasar. Dalam jangka panjang, pengurangan investasi pada sektor-sektor ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi karena hilangnya efek pengganda yang biasanya dihasilkan dari investasi pendidikan dan kesehatan.

Lebih jauh lagi, persoalan ini berkaitan dengan tata kelola demokrasi. Secara formal, APBN disusun oleh pemerintah bersama DPR. Namun dalam praktiknya, proses ini sering kali didominasi oleh kepentingan elite politik dan agenda jangka pendek. Contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan anggaran besar dan diduga menjadi salah satu pendorong kebijakan efisiensi di sektor lain.

Program MBG memiliki tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, ketika pembiayaannya dilakukan dengan memangkas sektor pendidikan dan kesehatan, muncul pertanyaan mengenai keseimbangan prioritas. Pilihan ini menunjukkan kecenderungan pada program yang berdampak cepat secara politis, dibandingkan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak langsung terlihat. Hal ini mengindikasikan adanya bias dalam penentuan kebijakan anggaran.

Selain itu, kebijakan efisiensi juga menimbulkan dampak ekonomi lanjutan. Pembatasan perjalanan dinas, misalnya, berdampak pada sektor perhotelan, transportasi, dan jasa lainnya yang selama ini bergantung pada aktivitas pemerintah. Jika dilakukan secara berlebihan, kebijakan ini berpotensi menimbulkan efek domino seperti penurunan pendapatan hingga meningkatnya pengangguran. Artinya, efisiensi tidak selalu menghasilkan dampak positif jika tidak dirancang secara komprehensif.

Memang, kondisi fiskal Indonesia saat ini menuntut langkah konsolidasi. Defisit anggaran dan beban utang yang meningkat membuat efisiensi menjadi kebutuhan. Namun, konsolidasi fiskal tidak seharusnya hanya mengandalkan pemotongan belanja. Pemerintah juga perlu memperkuat sisi penerimaan melalui reformasi perpajakan, perluasan basis pajak, dan penegakan hukum terhadap praktik penghindaran pajak. Tanpa upaya ini, efisiensi hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Respons masyarakat terhadap kebijakan ini juga menunjukkan adanya ketidakpuasan. Berbagai kritik muncul yang menuntut transparansi dan keadilan dalam penentuan prioritas anggaran. Masyarakat mempertanyakan dasar kebijakan yang menjadikan sektor tertentu sebagai kurang penting dibandingkan yang lain. Hal ini menegaskan pentingnya keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan publik.

  • Penulis: Rahma Diva Febryana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-13 Kolaka Timur, Gubernur Sultra Ajak Jadikan Momentum Refleksi dan Percepatan Pembangunan

    HUT ke-13 Kolaka Timur, Gubernur Sultra Ajak Jadikan Momentum Refleksi dan Percepatan Pembangunan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Kolaka Timur sebagai momentum refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen dalam mempercepat pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis pada Upacara Peringatan HUT Kabupaten Kolaka Timur yang dibacakan oleh Sekretaris […]

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Yang paling menonjol dari hidupnya adalah baktinya kepada ibunya. Ia merawat ibunya yang lanjut usia dengan sabar dan penuh kasih sayang. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengurus dan melayani ibunya. Kepedulian dan pengabdian yang tulus inilah yang menjadi ciri khasnya, membuat Uwais berbeda dari banyak orang dan menjadi alasan utama Nabi memujinya. Data tentang bagaimana […]

  • Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui perombakan jabatan struktural, Pemkab Maros melakukan penyegaran organisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin (5/1/2025), dan dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Terkait penanganan sejumlah kasus korupsi di Kota Gorontalo yang dinilai lamban, ratusan massa aksi seruduk Kantor Wali Kota Gorontalo, pada Senin (17/3/2025). Pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel diminta untuk tidak tinggal diam dalam penanganan kasus korupsi di Kota Gorontalo yang telah merugikan negara ratusan rupiah. Meski sibuk dalam penanganan […]

  • Pemkab Maros Mulai Bersihkan Material Jembatan Haji Bohari 2 Desember

    Pemkab Maros Mulai Bersihkan Material Jembatan Haji Bohari 2 Desember

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 220
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros memastikan proses pembersihan material Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, akan dimulai pada 2 Desember 2025. Langkah ini ditempuh setelah struktur jembatan tersebut ambruk dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi. Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa pembersihan menjadi tahapan paling […]

  • Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Banjir bandang dan longsor kembali meluluhlantakkan Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Sungai Batang Toru — nadi kehidupan masyarakat Tapanuli dan habitat terakhir orangutan Tapanuli — meluap luar biasa, membawa batu-batu besar dan gelondongan kayu raksasa dari hulu. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dengan perspektif yang berbeda oleh Direktur Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia […]

expand_less