Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

  • account_circle Rahma Diva Febryana
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 374
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga nyata di lapangan. Program bantuan pendidikan seperti KIP-Kuliah berpotensi berkurang, akses pendidikan bagi kelompok rentan semakin terbatas, dan kemungkinan kenaikan biaya kuliah meningkat. Di sektor kesehatan, pemangkasan anggaran dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan dasar. Dalam jangka panjang, pengurangan investasi pada sektor-sektor ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi karena hilangnya efek pengganda yang biasanya dihasilkan dari investasi pendidikan dan kesehatan.

Lebih jauh lagi, persoalan ini berkaitan dengan tata kelola demokrasi. Secara formal, APBN disusun oleh pemerintah bersama DPR. Namun dalam praktiknya, proses ini sering kali didominasi oleh kepentingan elite politik dan agenda jangka pendek. Contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan anggaran besar dan diduga menjadi salah satu pendorong kebijakan efisiensi di sektor lain.

Program MBG memiliki tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, ketika pembiayaannya dilakukan dengan memangkas sektor pendidikan dan kesehatan, muncul pertanyaan mengenai keseimbangan prioritas. Pilihan ini menunjukkan kecenderungan pada program yang berdampak cepat secara politis, dibandingkan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak langsung terlihat. Hal ini mengindikasikan adanya bias dalam penentuan kebijakan anggaran.

Selain itu, kebijakan efisiensi juga menimbulkan dampak ekonomi lanjutan. Pembatasan perjalanan dinas, misalnya, berdampak pada sektor perhotelan, transportasi, dan jasa lainnya yang selama ini bergantung pada aktivitas pemerintah. Jika dilakukan secara berlebihan, kebijakan ini berpotensi menimbulkan efek domino seperti penurunan pendapatan hingga meningkatnya pengangguran. Artinya, efisiensi tidak selalu menghasilkan dampak positif jika tidak dirancang secara komprehensif.

Memang, kondisi fiskal Indonesia saat ini menuntut langkah konsolidasi. Defisit anggaran dan beban utang yang meningkat membuat efisiensi menjadi kebutuhan. Namun, konsolidasi fiskal tidak seharusnya hanya mengandalkan pemotongan belanja. Pemerintah juga perlu memperkuat sisi penerimaan melalui reformasi perpajakan, perluasan basis pajak, dan penegakan hukum terhadap praktik penghindaran pajak. Tanpa upaya ini, efisiensi hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

Respons masyarakat terhadap kebijakan ini juga menunjukkan adanya ketidakpuasan. Berbagai kritik muncul yang menuntut transparansi dan keadilan dalam penentuan prioritas anggaran. Masyarakat mempertanyakan dasar kebijakan yang menjadikan sektor tertentu sebagai kurang penting dibandingkan yang lain. Hal ini menegaskan pentingnya keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan publik.

  • Penulis: Rahma Diva Febryana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Namun setelah melihat podcast itu dengan khidmat hingga selesai, asumsi-asumsi yang membuat saya jadi kesal di awal itu runtuh seketika. Tak ada sama sekali pernyataan Ust. Bakari yang saya lihat “bengkok” ataupun intensinya untuk benar-benar “meluruskan” perayaan Ketupatan. Bahkan, saya pikir, argumen-argumen Ust. Bakari di dalam podcast itu terjelaskan dengan baik: mulai dari caranya menyelisik […]

  • Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

    Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Orang-orang bilang, jika datang ke Gorontalo dan belum pernah menyantap kuliner khas serambi madinah; Binte biluhuta, belum afdol, katanya. Tak lengkap jika belum  merasakan gurihnya sup jagung manis yang dihidangkan bertabur cakalang suir, daun kemangi, dan parutan kelapa itu. Belum lagi, ia ditemani potongan jeruk nipis untuk melengkapi rasa. Seperti biasa ada juga bumbu tambahan […]

  • Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan rotasi besar-besaran terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Daerah. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor 821.2/KEP/BUP-BB/12/233/X/2025 tertanggal 14 Oktober 2025, sebanyak 24 pejabat eselon II resmi dilantik dan dirotasi. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Ruang Lupa Lelah, Kantor Bupati Bone […]

  • Harga Energi Naik, Pemerintah Tancap Gas Tingkatkan Produksi Batu Bara

    Harga Energi Naik, Pemerintah Tancap Gas Tingkatkan Produksi Batu Bara

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Selain mendorong produksi, pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan penyesuaian pajak ekspor batu bara. Skema ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemasukan negara tanpa mengganggu daya saing industri. Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan strategi jangka menengah melalui percepatan transisi energi. Salah satunya dengan mengonversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menekan […]

  • Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]

  • Wawali Indra Gobel Tekankan Peran Masyarakat dalam Pembangunan saat Silaturahmi di Limba B

    Wawali Indra Gobel Tekankan Peran Masyarakat dalam Pembangunan saat Silaturahmi di Limba B

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami hadir bersama mitra seperti BNN, BPS, bea cukai, dan kepolisian, agar masyarakat memahami bahwa semua pihak memiliki peran dalam menjaga dan membangun kota ini,” jelasnya. Selain itu, Indra juga menyoroti potensi ekonomi lokal yang dinilai belum dimaksimalkan, khususnya di sektor perikanan. Ia mencontohkan komoditas tuna yang memiliki kualitas tinggi, […]

expand_less