Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

  • account_circle Nurul Izah Rahareng
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertanyaan pentingnya adalah: sejauh mana prinsip transparansi dan akuntabilitas telah diterapkan, dan di mana celah yang masih perlu diperbaiki?

Analisis dan Argumentasi

1. Transparansi Fiskal

Meskipun pelaporan keuangan di tingkat pusat semakin tertata, akses publik terhadap data APBD dan kinerja BUMD masih terbatas. Informasi yang tersedia sering kali sulit dipahami oleh masyarakat awam.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan implementasi. Minimnya transparansi membuat kontrol sosial tidak berjalan optimal. Padahal, keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam mencegah korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

2. Prinsip Value for Money (Ekonomi, Efisiensi, Efektivitas)

Di tingkat daerah dan BUMD, persoalan klasik seperti pembengkakan biaya proyek, aset tidak produktif, dan perusahaan daerah yang merugi masih sering terjadi.

Belanja daerah juga cenderung lebih banyak terserap untuk biaya operasional dibandingkan belanja modal yang berdampak langsung pada masyarakat. Selain itu, tidak sedikit anggaran digunakan untuk kegiatan non-prioritas yang bersifat konsumtif. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip efisiensi dan efektivitas belum dijalankan secara optimal.

3. Akuntabilitas Publik dan Pengawasan

Pertanggungjawaban keuangan di tingkat daerah sering kali masih dipandang sebagai formalitas administratif. Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memang menjadi instrumen penting, namun tindak lanjut atas temuan audit sering kali tidak tegas.

Selain itu, digitalisasi pengelolaan keuangan belum merata, khususnya di tingkat desa dan BUMD. Intervensi politik dalam penunjukan pejabat pengelola juga kerap mengabaikan aspek kompetensi, yang berdampak pada rendahnya kualitas pengelolaan keuangan.

Rekomendasi Strategis

1. Standardisasi dan Digitalisasi Terintegrasi
Pemerintah perlu mendorong sistem pelaporan keuangan digital yang terintegrasi dari pusat hingga desa. Informasi anggaran harus disajikan secara transparan dan mudah dipahami agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengawasan.

2. Reformasi Tata Kelola BUMD/BUMN
Profesionalisme harus menjadi dasar dalam pengelolaan BUMD/BUMN. Penunjukan manajemen harus berbasis kompetensi, bukan kepentingan politik. Entitas yang terus merugi perlu dievaluasi secara serius, termasuk opsi restrukturisasi atau likuidasi.

3. Penguatan Kapasitas dan Pengawasan
Peningkatan kompetensi SDM pengelola keuangan daerah menjadi hal penting. Selain itu, mekanisme pengawasan harus diperkuat dengan sanksi yang tegas. Partisipasi masyarakat sipil dan media juga perlu diperluas.

4. Fokus pada Belanja Produktif
Anggaran daerah dan investasi BUMD harus diarahkan pada sektor produktif yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Prioritas utama adalah infrastruktur dan pelayanan publik, bukan belanja konsumtif.

Penutup

Akuntabilitas pengelolaan keuangan negara tidak bisa hanya diukur dari indikator APBN semata. Kesehatan fiskal dan integritas tata kelola negara sesungguhnya tercermin juga dari bagaimana daerah mengelola APBD, bagaimana BUMD mengelola aset publik, dan bagaimana desa memanfaatkan dananya. Mewujudkan good governance menuntut komitmen untuk tidak hanya mengejar predikat kinerja administratif yang baik atau opini WTP semata, tetapi memastikan setiap rupiah yang berputar di luar APBN pun dikelola dengan jujur, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Hanya dengan demikian, akuntabilitas publik menjadi sesuatu yang substansial, bukan sekadar wacana di atas kertas.

Penulis : Mahasiswa Akuntansi UNUSIA, Jakarta. 

  • Penulis: Nurul Izah Rahareng

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama internasional yang cepat dan terkoordinasi. Prosesnya bermula dari informasi NCB Interpol Indonesia yang menerima notifikasi dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan pelaku menuju Indonesia. Tim gabungan kemudian melakukan pencegatan setibanya tersangka di Bali dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Kasus ini merupakan bagian dari Operasi ARMORUM yang sebelumnya telah […]

  • Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

    Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mismubarak, S.Hd., M.Ag., CLQ., MMG
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Misi utama katauhidan islam yang di ajarkan Nabi Muhammad adalah misi kemanusiaan yang luhur yaitu budi pekerti, moral dan akhlakul karimah. Dengan prinsip kitab suci, maka lahirlah konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Qs. Al-Anbiyah 107). Melalui ayat ini, Tuhan menggambarkan kepribadian Muhammad untuk ditegaskan kepada setiap generasi bahwa Risalah kenabian adalah rahmat yang akan membawa […]

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • Sudah Tahu? Ini Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Terbaru Tahun 1447 H

    Sudah Tahu? Ini Nominal Zakat Fitrah dan Fidyah Terbaru Tahun 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Selain itu, BAZNAS juga menetapkan besaran fidyah sebesar Rp65.000 per jiwa per hari. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa penetapan tersebut dilakukan setelah […]

  • Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Terus terang, saya tidak pernah menaruh ekspektasi apa pun pada BTS selain sebagai band pop yang rapi dan menyenangkan. Dalam bayangan saya, K-Pop—termasuk BTS—adalah industri yang sangat efisien menjual visual, koreografi, dan kemasan. Musiknya menghibur, energik, dan selesai di situ. Pure entertainment. Tidak lebih. Pandangan saya mulai terkoreksi ketika, dalam satu diskusi tentang masa depan NU […]

expand_less