Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

  • account_circle Nurul Izah Rahareng
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 305
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertanyaan pentingnya adalah: sejauh mana prinsip transparansi dan akuntabilitas telah diterapkan, dan di mana celah yang masih perlu diperbaiki?

Analisis dan Argumentasi

1. Transparansi Fiskal

Meskipun pelaporan keuangan di tingkat pusat semakin tertata, akses publik terhadap data APBD dan kinerja BUMD masih terbatas. Informasi yang tersedia sering kali sulit dipahami oleh masyarakat awam.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan implementasi. Minimnya transparansi membuat kontrol sosial tidak berjalan optimal. Padahal, keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam mencegah korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

2. Prinsip Value for Money (Ekonomi, Efisiensi, Efektivitas)

Di tingkat daerah dan BUMD, persoalan klasik seperti pembengkakan biaya proyek, aset tidak produktif, dan perusahaan daerah yang merugi masih sering terjadi.

Belanja daerah juga cenderung lebih banyak terserap untuk biaya operasional dibandingkan belanja modal yang berdampak langsung pada masyarakat. Selain itu, tidak sedikit anggaran digunakan untuk kegiatan non-prioritas yang bersifat konsumtif. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip efisiensi dan efektivitas belum dijalankan secara optimal.

3. Akuntabilitas Publik dan Pengawasan

Pertanggungjawaban keuangan di tingkat daerah sering kali masih dipandang sebagai formalitas administratif. Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memang menjadi instrumen penting, namun tindak lanjut atas temuan audit sering kali tidak tegas.

Selain itu, digitalisasi pengelolaan keuangan belum merata, khususnya di tingkat desa dan BUMD. Intervensi politik dalam penunjukan pejabat pengelola juga kerap mengabaikan aspek kompetensi, yang berdampak pada rendahnya kualitas pengelolaan keuangan.

Rekomendasi Strategis

1. Standardisasi dan Digitalisasi Terintegrasi
Pemerintah perlu mendorong sistem pelaporan keuangan digital yang terintegrasi dari pusat hingga desa. Informasi anggaran harus disajikan secara transparan dan mudah dipahami agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengawasan.

2. Reformasi Tata Kelola BUMD/BUMN
Profesionalisme harus menjadi dasar dalam pengelolaan BUMD/BUMN. Penunjukan manajemen harus berbasis kompetensi, bukan kepentingan politik. Entitas yang terus merugi perlu dievaluasi secara serius, termasuk opsi restrukturisasi atau likuidasi.

3. Penguatan Kapasitas dan Pengawasan
Peningkatan kompetensi SDM pengelola keuangan daerah menjadi hal penting. Selain itu, mekanisme pengawasan harus diperkuat dengan sanksi yang tegas. Partisipasi masyarakat sipil dan media juga perlu diperluas.

4. Fokus pada Belanja Produktif
Anggaran daerah dan investasi BUMD harus diarahkan pada sektor produktif yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Prioritas utama adalah infrastruktur dan pelayanan publik, bukan belanja konsumtif.

Penutup

Akuntabilitas pengelolaan keuangan negara tidak bisa hanya diukur dari indikator APBN semata. Kesehatan fiskal dan integritas tata kelola negara sesungguhnya tercermin juga dari bagaimana daerah mengelola APBD, bagaimana BUMD mengelola aset publik, dan bagaimana desa memanfaatkan dananya. Mewujudkan good governance menuntut komitmen untuk tidak hanya mengejar predikat kinerja administratif yang baik atau opini WTP semata, tetapi memastikan setiap rupiah yang berputar di luar APBN pun dikelola dengan jujur, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Hanya dengan demikian, akuntabilitas publik menjadi sesuatu yang substansial, bukan sekadar wacana di atas kertas.

Penulis : Mahasiswa Akuntansi UNUSIA, Jakarta. 

  • Penulis: Nurul Izah Rahareng

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prodi Magister Pendidikan IPA UNG  Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    Prodi Magister Pendidikan IPA UNG Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Program Studi Magister Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Pertemuan Task Force untuk persiapan penyusunan borang akreditasi program studi, Jumat (21/11/2025). Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah kriteria visi keilmuan program studi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diskusi Gedung Pascasarjana UNG tersebut melibatkan pimpinan pascasarjana, dosen, serta mahasiswa sebagai tim kerja khusus […]

  • Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 188
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam. Dalam arahannya, Wali Kota Adhan […]

  • Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

    Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur mengungkap temuan bahan peledak jenis low explosive atau black powder dalam penyelidikan kasus ledakan mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat. Sejak Senin (2/3/2026) pagi, […]

  • Polda Jabar Bongkar Produksi Mie Basah Berformalin di Garut, Satu Tersangka Diamankan

    Polda Jabar Bongkar Produksi Mie Basah Berformalin di Garut, Satu Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membongkar praktik produksi mie basah yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya di Kabupaten Garut. Seorang pria berinisial WK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan pengungkapan berawal dari Laporan Polisi Nomor: LP/A/14/II/2026/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA JABAR tertanggal 13 Februari 2026. “Pengungkapan […]

  • Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo memulai Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah. Kegiatan ini berlangsung di Kelas NKRI BPSDM Provinsi Gorontalo ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami dan mengimplementasikan proses pengadaan barang dan jasa secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Pada hari […]

  • Dari Dapur ke Masjid: Maulid Nabi, Walima, dan Ingatan Kepemimpinan Gorontalo dari Masa ke Masa

    Dari Dapur ke Masjid: Maulid Nabi, Walima, dan Ingatan Kepemimpinan Gorontalo dari Masa ke Masa

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Husin Ali
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Ada sebuah pertanyaan yang terus mengikuti saya sejak senin sore kemarin: siapa sebenarnya yang menggerakkan Walima? Pertanyaan itu muncul ketika saya melihat seorang anak sekolah berlari kecil menuju warung. Di tangannya ada uang seadanya. Ia membeli beberapa butir telur untuk direbus. Tidak jauh dari situ, seorang ibu berjalan menuju warung lain. Ia membeli bahan untuk […]

expand_less