Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

  • account_circle Nurul Izah Rahareng
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertanyaan pentingnya adalah: sejauh mana prinsip transparansi dan akuntabilitas telah diterapkan, dan di mana celah yang masih perlu diperbaiki?

Analisis dan Argumentasi

1. Transparansi Fiskal

Meskipun pelaporan keuangan di tingkat pusat semakin tertata, akses publik terhadap data APBD dan kinerja BUMD masih terbatas. Informasi yang tersedia sering kali sulit dipahami oleh masyarakat awam.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi dan implementasi. Minimnya transparansi membuat kontrol sosial tidak berjalan optimal. Padahal, keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam mencegah korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

2. Prinsip Value for Money (Ekonomi, Efisiensi, Efektivitas)

Di tingkat daerah dan BUMD, persoalan klasik seperti pembengkakan biaya proyek, aset tidak produktif, dan perusahaan daerah yang merugi masih sering terjadi.

Belanja daerah juga cenderung lebih banyak terserap untuk biaya operasional dibandingkan belanja modal yang berdampak langsung pada masyarakat. Selain itu, tidak sedikit anggaran digunakan untuk kegiatan non-prioritas yang bersifat konsumtif. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip efisiensi dan efektivitas belum dijalankan secara optimal.

3. Akuntabilitas Publik dan Pengawasan

Pertanggungjawaban keuangan di tingkat daerah sering kali masih dipandang sebagai formalitas administratif. Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memang menjadi instrumen penting, namun tindak lanjut atas temuan audit sering kali tidak tegas.

Selain itu, digitalisasi pengelolaan keuangan belum merata, khususnya di tingkat desa dan BUMD. Intervensi politik dalam penunjukan pejabat pengelola juga kerap mengabaikan aspek kompetensi, yang berdampak pada rendahnya kualitas pengelolaan keuangan.

Rekomendasi Strategis

1. Standardisasi dan Digitalisasi Terintegrasi
Pemerintah perlu mendorong sistem pelaporan keuangan digital yang terintegrasi dari pusat hingga desa. Informasi anggaran harus disajikan secara transparan dan mudah dipahami agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengawasan.

2. Reformasi Tata Kelola BUMD/BUMN
Profesionalisme harus menjadi dasar dalam pengelolaan BUMD/BUMN. Penunjukan manajemen harus berbasis kompetensi, bukan kepentingan politik. Entitas yang terus merugi perlu dievaluasi secara serius, termasuk opsi restrukturisasi atau likuidasi.

3. Penguatan Kapasitas dan Pengawasan
Peningkatan kompetensi SDM pengelola keuangan daerah menjadi hal penting. Selain itu, mekanisme pengawasan harus diperkuat dengan sanksi yang tegas. Partisipasi masyarakat sipil dan media juga perlu diperluas.

4. Fokus pada Belanja Produktif
Anggaran daerah dan investasi BUMD harus diarahkan pada sektor produktif yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Prioritas utama adalah infrastruktur dan pelayanan publik, bukan belanja konsumtif.

Penutup

Akuntabilitas pengelolaan keuangan negara tidak bisa hanya diukur dari indikator APBN semata. Kesehatan fiskal dan integritas tata kelola negara sesungguhnya tercermin juga dari bagaimana daerah mengelola APBD, bagaimana BUMD mengelola aset publik, dan bagaimana desa memanfaatkan dananya. Mewujudkan good governance menuntut komitmen untuk tidak hanya mengejar predikat kinerja administratif yang baik atau opini WTP semata, tetapi memastikan setiap rupiah yang berputar di luar APBN pun dikelola dengan jujur, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Hanya dengan demikian, akuntabilitas publik menjadi sesuatu yang substansial, bukan sekadar wacana di atas kertas.

Penulis : Mahasiswa Akuntansi UNUSIA, Jakarta. 

  • Penulis: Nurul Izah Rahareng

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 394
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Selain literasi, riwayat dalam Sunan Abu Dawud juga menyebut bahwa Al-Shifa memiliki kemampuan lain, yakni ruqyah untuk penyakit tertentu. Nabi memintanya mengajarkan ruqyah itu kepada Hafsah sebagaimana ia mengajarkan tulisan. Riwayat ini menunjukkan bahwa keahliannya tidak terbatas pada baca tulis, tetapi juga mencakup pengetahuan praktis yang diakui dan diterima. Namun, jika dilihat dari sisi administratif, […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

  • Nuzulul Qur’an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaban

    Nuzulul Qur’an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaban

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta-Masjid Istiqlal kembali menjadi panggung kebersamaan dan refleksi kebangsaan dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang dipadati puluhan ribu jamaah. Di tengah gemuruh kota, momentum suci ini diposisikan sebagai ruang di mana nilai-nilai Al-Qur’an dipahami bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai ruh yang merekatkan keberagaman dan memperkuat peradaban bangsa. H. Mas’ud Halimin, Ketua Panitia […]

  • Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    “Pembentukan kepengurusan definitif DPC menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur partai, mempercepat kaderisasi, serta meningkatkan kapasitas pelayanan politik PKB kepada masyarakat,” ujarnya. Dalam arahannya, Faisol Riza menegaskan bahwa Gus Muhaimin menginginkan PKB terus diperkuat oleh kader-kader yang memiliki loyalitas tinggi, semangat kerja, dan kreativitas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. “PKB harus diisi oleh kader-kader yang loyal, […]

  • Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Setiap generasi lahir dalam lanskap yang berbeda dan terlihat terputus atau diskontinu. Generasi X tumbuh dalam keterbatasan informasi; Generasi Y berkembang dalam masa transisi digital; Generasi Z hidup dalam banjir informasi; sementara Generasi Alpha berada dalam dunia yang sepenuhnya dimediasi oleh algoritma. Perbedaan ini bukan sekadar teknis, tetapi membentuk cara berpikir, cara merasa, dan cara […]

expand_less