Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara
- account_circle Nuruma banyal
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 110
- print Cetak

Nuruma Banyl, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester 4 yang memiliki ketertarikan pada isu akuntabilitas publik, audit keuangan negara, dan evaluasi kebijakan fiskal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Namun, berbagai isu yang muncul menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut belum sepenuhnya berjalan. Pembengkakan biaya proyek mengindikasikan masalah ekonomi, ketidakseimbangan antara anggaran dan hasil menunjukkan persoalan efisiensi, dan kritik terhadap program sosial mencerminkan rendahnya efektivitas. Ini berarti bahwa klaim keberhasilan pengelolaan anggaran perlu dilihat lebih kritis, tidak hanya dari angka, tetapi juga dari dampaknya.
Selain itu, konsep good governance menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik. World Bank menyebutkan bahwa tata kelola yang baik tidak hanya membutuhkan akuntabilitas, tetapi juga keterbukaan dan keterlibatan masyarakat. Masalahnya, transparansi fiskal saat ini masih cenderung teknis dan sulit dipahami oleh publik. Informasi memang tersedia, tetapi tidak selalu mudah diakses dan dimengerti. Akibatnya, masyarakat sulit ikut mengawasi penggunaan anggaran.
Kondisi ini menunjukkan bahwa reformasi pengelolaan keuangan negara belum sepenuhnya menyentuh akar masalah. Regulasi sudah banyak, tetapi implementasinya belum konsisten. Pengawasan ada, tetapi belum sepenuhnya efektif dan partisipatif. Dengan kata lain, masalahnya bukan kekurangan aturan, melainkan bagaimana aturan tersebut dijalankan.
Karena itu, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar penambahan regulasi, tetapi perubahan cara pandang. Transparansi harus dibuat lebih ramah publik, bukan hanya formalitas. Pelaporan keuangan perlu berfokus pada hasil, bukan hanya pada penggunaan anggaran. Audit juga perlu menilai dampak program, bukan hanya kepatuhan. Dan yang tidak kalah penting, data harus diperbaiki agar kebijakan benar-benar tepat sasaran.
- Penulis: Nuruma banyal

Saat ini belum ada komentar